Vibra Indonesia Lab Glossary

Kamus Istilah Laboratorium & Timbangan Lab

Panduan istilah lab, metrologi, kalibrasi, dan penimbangan presisi untuk membantu pengguna memilih alat dan memahami proses kerja laboratorium.

498Istilah
126Timbangan Lab
13Kategori
Kategori

Jelajahi berdasarkan area laboratorium

Semua istilah
Timbangan Lab & Metrologi Istilah seputar timbangan laboratorium, sensor, kalibrasi, verifikasi, akurasi, dan workflow penimbangan. 126 istilah Biokimia Klinik Istilah parameter kimia klinik, enzim, metabolit, elektrolit, dan pemeriksaan fungsi organ. 116 istilah Biologi Molekuler Istilah terkait DNA/RNA, PCR, sekuensing, amplifikasi, dan analisis biomolekuler. 69 istilah Data & Otomasi Lab Istilah otomatisasi laboratorium, integrasi data, LIMS, workflow digital, dan traceability. 2 istilah Hematologi & Koagulasi Istilah pemeriksaan darah, sel darah, hemoglobin, hemostasis, dan pembekuan. 30 istilah Imunologi & Diagnostik Istilah antigen, antibodi, immunoassay, rapid test, serologi, dan diagnostik in vitro. 16 istilah Instrumentasi Lab Istilah alat laboratorium seperti analyzer, centrifuge, mikroskop, incubator, dan instrumen optik. 14 istilah Istilah Umum Laboratorium Istilah umum yang sering muncul dalam operasional, edukasi, dan komunikasi laboratorium. 28 istilah Keselamatan & Limbah Lab Istilah keselamatan kerja, APD, desinfeksi, limbah, dan bahan berisiko. 3 istilah Kimia Analitik Istilah analisis kimia, titrasi, kromatografi, spektrometri, larutan, buffer, dan pelarut. 7 istilah Mikrobiologi & Biosafety Istilah kultur mikroba, biosafety, sterilisasi, patogen, dan pengendalian kontaminasi. 47 istilah Quality Control & Validasi Istilah QC, QA, validasi metode, kalibrasi, kontrol, standar, dan performa analitik. 21 istilah Sample Handling & Preparasi Istilah pengambilan sampel, preparasi, penyimpanan, transportasi, pengenceran, dan labware. 19 istilah
Daftar Istilah

Semua istilah laboratorium

498 istilah ditampilkan

A
Quality Control & Validasi

Accuracy

Akurasi

Akurasi menggambarkan seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya.

Baca penjelasan accuracy laboratorium
A
Biokimia Klinik

Albumin

Albumin adalah protein utama dalam plasma darah yang berperan menjaga tekanan osmotik dan transportasi zat seperti hormon dan obat.

Baca penjelasan albumin laboratorium
A
Biokimia Klinik

Amino Acid

Asam amino adalah unit pembangun protein dan berperan penting dalam berbagai proses metabolik tubuh.

Baca penjelasan amino acid laboratorium
A
Hematologi & Koagulasi

Analyzer

Analyzer adalah perangkat otomatis di laboratorium klinik yang digunakan untuk melakukan pengukuran kuantitatif berbagai parameter dalam sampel biologis seperti darah, urin, atau serum.

Baca penjelasan analyzer laboratorium
A
Biokimia Klinik

Antibody

Antibodi

Antibodi adalah protein berbentuk Y yang diproduksi oleh sistem imun untuk mengenali dan menetralkan zat asing (antigen) seperti virus, bakteri, atau toksin.

Baca penjelasan antibody laboratorium
A
Biokimia Klinik

Anticoagulant

Antikoagulan

Antikoagulan adalah zat yang mencegah pembekuan darah.

Baca penjelasan anticoagulant laboratorium
A
Biokimia Klinik

Antigen

Antigen adalah zat atau molekul yang dianggap “asing” oleh tubuh dan dapat menstimulasi sistem kekebalan untuk menghasilkan antibodi.

Baca penjelasan antigen laboratorium
A
Mikrobiologi & Biosafety

Aseptic Technique

Teknik aseptik adalah prosedur untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme selama pengambilan atau pemrosesan sampel.

Baca penjelasan aseptic technique laboratorium
A
Biologi Molekuler

Assay

Assay adalah metode atau prosedur pengujian yang digunakan untuk mengukur konsentrasi, aktivitas, atau keberadaan zat tertentu dalam sampel biologis.

Baca penjelasan assay laboratorium
A
Biokimia Klinik

AST

AST adalah enzim yang banyak ditemukan di hati, jantung, dan otot.

Baca penjelasan ast laboratorium
A
Imunologi & Diagnostik

Autoimmune Disease

Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun menyerang sel-sel tubuh sendiri.

Baca penjelasan autoimmune disease laboratorium
A
Sample Handling & Preparasi

Automation

Otomatisasi Laboratorium

Automation dalam laboratorium berarti penggunaan perangkat dan sistem otomatis untuk mengurangi intervensi manual.

Baca penjelasan automation laboratorium
A
Instrumentasi Lab

Automation Control System

Sistem kendali otomatis yang mengatur alur kerja analyzer, reagen, dan hasil tes secara terintegrasi dengan Laboratory Information System (LIS).

Baca penjelasan automation control system laboratorium
B
Mikrobiologi & Biosafety

Bacteria

Bakteri

Bakteri adalah mikroorganisme uniseluler yang bisa bersifat patogen (menyebabkan penyakit) atau bermanfaat bagi tubuh.

Baca penjelasan bacteria laboratorium
B
Istilah Umum Laboratorium

Baseline

Baseline adalah nilai awal atau kondisi standar sebelum dilakukan intervensi atau pengujian lanjutan.

Baca penjelasan baseline laboratorium
B
Biokimia Klinik

Bilirubin

Bilirubin adalah pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah di hati.

Baca penjelasan bilirubin laboratorium
B
Biokimia Klinik

Biochemistry

Biokimia Klinik

Biokimia klinik adalah cabang ilmu laboratorium medis yang mempelajari zat kimia dalam cairan tubuh, seperti enzim, elektrolit, protein, dan hormon.

Baca penjelasan biochemistry laboratorium
B
Biokimia Klinik

Biomarker

Biomarker adalah penanda biologis dalam tubuh yang menunjukkan kondisi fisiologis atau patologis.

Baca penjelasan biomarker laboratorium
B
Instrumentasi Lab

Biondiagnostic

Biondiagnostic adalah platform informasi diagnostik dari PT Biontech Sinergi Medikatama yang menyediakan produk, edukasi, dan solusi digital bagi laboratorium dan fasilitas medis di Indonesia.

Baca penjelasan biondiagnostic laboratorium
B
Instrumentasi Lab

Biopsy

Biopsi adalah prosedur pengambilan jaringan tubuh untuk diperiksa secara mikroskopik.

Baca penjelasan biopsy laboratorium
B
Mikrobiologi & Biosafety

Biosafety

Biosafety mengacu pada upaya perlindungan tenaga laboratorium terhadap paparan bahan biologis berbahaya.

Baca penjelasan biosafety laboratorium
B
Biologi Molekuler

Biotechnology

Bioteknologi

Bioteknologi adalah penerapan prinsip ilmiah pada organisme hidup untuk menghasilkan produk atau proses baru.

Baca penjelasan biotechnology laboratorium
B
Biokimia Klinik

Blank Control

Blank control adalah sampel tanpa analit yang digunakan untuk kalibrasi dasar alat sebelum analisis dimulai.

Baca penjelasan blank control laboratorium
B
Biokimia Klinik

Blood Chemistry

Kimia Darah

Blood Chemistry mencakup serangkaian tes laboratorium untuk menilai fungsi organ seperti hati, ginjal, dan jantung melalui pengukuran zat kimia dalam darah.

Baca penjelasan blood chemistry laboratorium
B
Hematologi & Koagulasi

Blood Collection

Pengambilan Sampel Darah

Proses pengambilan darah yang benar menentukan akurasi hasil pemeriksaan laboratorium.

Baca penjelasan blood collection laboratorium
B
Biokimia Klinik

Blood Glucose Test

Tes glukosa darah mengukur kadar gula dalam darah untuk mendeteksi diabetes atau memantau terapi.

Baca penjelasan blood glucose test laboratorium
B
Biokimia Klinik

Buffer

Buffer adalah larutan kimia yang menjaga kestabilan pH selama reaksi biokimia.

Baca penjelasan buffer laboratorium
B
Biokimia Klinik

BUN

BUN adalah parameter untuk menilai fungsi ginjal dengan mengukur kadar urea dalam darah.

Baca penjelasan bun laboratorium
C
Biokimia Klinik

Calcium

Kalsium

Kalsium merupakan mineral penting yang berperan dalam pembentukan tulang, fungsi otot, dan transmisi saraf.

Baca penjelasan calcium laboratorium
C
Biokimia Klinik

Calibration Curve

Kurva kalibrasi adalah grafik hubungan antara konsentrasi analit dan respon alat ukur.

Baca penjelasan calibration curve laboratorium
C
Biologi Molekuler

Calibrator

Calibrator adalah bahan referensi dengan konsentrasi analit tertentu yang digunakan untuk menyesuaikan pembacaan alat laboratorium agar hasil tes sesuai standar internasional.

Baca penjelasan calibrator laboratorium
C
Hematologi & Koagulasi

CBC

CBC adalah tes darah komprehensif yang mengukur jumlah dan jenis sel darah (eritrosit, leukosit, trombosit), kadar hemoglobin, serta hematokrit.

Baca penjelasan cbc laboratorium
C
Hematologi & Koagulasi

Centrifuge

Sentrifus

Sentrifus digunakan untuk memisahkan komponen darah atau cairan biologis berdasarkan berat jenisnya melalui gaya putar.

Baca penjelasan centrifuge laboratorium
C
Biokimia Klinik

Cholesterol

Kolesterol adalah zat lemak yang berfungsi membentuk hormon dan membran sel.

Baca penjelasan cholesterol laboratorium
C
Kimia Analitik

Chromatography

Kromatografi adalah teknik pemisahan komponen dalam campuran berdasarkan perbedaan afinitas terhadap fase tetap dan fase gerak.

Baca penjelasan chromatography laboratorium
C
Mikrobiologi & Biosafety

CLIA

CLIA adalah metode imunologi berbasis cahaya yang mendeteksi antigen atau antibodi dengan sensitivitas sangat tinggi.

Baca penjelasan clia laboratorium
C
Hematologi & Koagulasi

CO₂ (Carbon Dioxide) Test

Tes CO₂ mengukur kadar karbon dioksida dalam darah, digunakan untuk menilai keseimbangan asam-basa dan fungsi paru serta ginjal.

Baca penjelasan co₂ (carbon dioxide) test laboratorium
C
Biokimia Klinik

Coagulation

Koagulasi

Koagulasi adalah proses pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan.

Baca penjelasan coagulation laboratorium
C
Hematologi & Koagulasi

Cold Chain

Rantai Dingin

Rantai dingin adalah sistem penyimpanan dan transportasi produk biologis pada suhu terkontrol agar tetap stabil.

Baca penjelasan cold chain laboratorium
C
Biologi Molekuler

Control Material

Bahan Kontrol

Control material digunakan untuk memastikan bahwa alat laboratorium dan reagen bekerja dengan benar setiap hari.

Baca penjelasan control material laboratorium
C
Biokimia Klinik

Creatinine

Creatinine adalah hasil sisa metabolisme otot yang diekskresikan melalui ginjal.

Baca penjelasan creatinine laboratorium
C
Biokimia Klinik

CRP

CRP adalah protein fase akut yang meningkat saat terjadi peradangan atau infeksi.

Baca penjelasan crp laboratorium
C
Mikrobiologi & Biosafety

Culture

Kultur

Kultur adalah metode penumbuhan mikroorganisme dalam media nutrisi untuk mengidentifikasi bakteri atau jamur penyebab penyakit.

Baca penjelasan culture laboratorium
D
Biokimia Klinik

D-dimer

D-dimer adalah fragmen protein hasil pemecahan fibrin dalam darah, digunakan untuk mendeteksi adanya bekuan darah (trombosis).

Baca penjelasan d-dimer laboratorium
D
Data & Otomasi Lab

Data Management System

Sistem manajemen data laboratorium digunakan untuk menyimpan, memantau, dan menganalisis hasil pengujian secara terintegrasi.

Baca penjelasan data management system laboratorium
D
Istilah Umum Laboratorium

Deionized Water

Air Deionisasi

Air deionisasi adalah air murni tanpa ion mineral yang digunakan dalam hampir semua pengujian laboratorium.

Baca penjelasan deionized water laboratorium
D
Istilah Umum Laboratorium

Detection Limit

Batas Deteksi

Batas deteksi adalah konsentrasi terendah suatu zat yang masih dapat dideteksi oleh sistem analisis.

Baca penjelasan detection limit laboratorium
D
Biokimia Klinik

Diabetes Test

Tes Diabetes

Tes diabetes dilakukan untuk mengukur kadar glukosa darah, HbA1c, atau toleransi glukosa (OGTT).

Baca penjelasan diabetes test laboratorium
D
Istilah Umum Laboratorium

Diagnostic

Diagnostik

Diagnostik adalah proses identifikasi penyakit melalui pemeriksaan klinik dan laboratorium.

Baca penjelasan diagnostic laboratorium
D
Hematologi & Koagulasi

Differential Count

Hitung Jenis Leukosit

Pemeriksaan ini menghitung persentase berbagai jenis sel darah putih (neutrofil, limfosit, eosinofil, monosit, basofil).

Baca penjelasan differential count laboratorium
D
Instrumentasi Lab

Diluent

Diluent adalah cairan penambah volume yang digunakan untuk melarutkan sampel atau reagen.

Baca penjelasan diluent laboratorium
D
Quality Control & Validasi

Dilution

Pengenceran

Dilution adalah proses mengencerkan sampel atau reagen untuk mendapatkan konsentrasi yang sesuai dalam analisis laboratorium.

Baca penjelasan dilution laboratorium
D
Biokimia Klinik

Disinfectant

Desinfektan

Desinfektan digunakan untuk membunuh mikroorganisme di permukaan alat laboratorium atau area kerja.

Baca penjelasan disinfectant laboratorium
D
Biokimia Klinik

Disposable

Sekali Pakai

Peralatan disposable digunakan satu kali untuk menghindari kontaminasi silang antar sampel.

Baca penjelasan disposable laboratorium
D
Biologi Molekuler

DNA

DNA adalah molekul yang membawa informasi genetik makhluk hidup.

Baca penjelasan dna laboratorium
D
Kimia Analitik

Double Distilled Water

Air suling ganda yang dihasilkan melalui dua kali proses distilasi untuk mendapatkan kemurnian maksimal.

Baca penjelasan double distilled water laboratorium
D
Hematologi & Koagulasi

Drug Test

Tes Narkoba

Tes narkoba mendeteksi keberadaan zat psikoaktif seperti amfetamin, kokain, morfin, dan THC dalam urin atau darah.

Baca penjelasan drug test laboratorium
D
Biokimia Klinik

Dry Chemistry

Dry chemistry adalah metode analisis kimia menggunakan strip atau slide reagen kering tanpa cairan tambahan.

Baca penjelasan dry chemistry laboratorium
E
Biologi Molekuler

EDTA

EDTA adalah antikoagulan yang digunakan pada tabung sampel darah untuk mencegah pembekuan.

Baca penjelasan edta laboratorium
E
Biokimia Klinik

Electrolyte

Elektrolit

Elektrolit adalah ion seperti natrium (Na⁺), kalium (K⁺), klorida (Cl⁻), dan bikarbonat (HCO₃⁻) yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Baca penjelasan electrolyte laboratorium
E
Biologi Molekuler

Electrophoresis

Elektroforesis adalah metode pemisahan molekul berdasarkan muatan listrik, digunakan untuk analisis protein, DNA, atau hemoglobin.

Baca penjelasan electrophoresis laboratorium
E
Biokimia Klinik

ELISA

ELISA adalah metode imunologi untuk mendeteksi antigen atau antibodi dengan menggunakan enzim sebagai penanda reaksi.

Baca penjelasan elisa laboratorium
E
Biokimia Klinik

Emergency Test

Tes Darurat

Tes darurat dilakukan untuk kondisi medis kritis yang membutuhkan hasil cepat, seperti serangan jantung atau syok.

Baca penjelasan emergency test laboratorium
E
Hematologi & Koagulasi

Endotoxin

Endotoksin adalah komponen dinding sel bakteri Gram-negatif yang dapat memicu respon imun dan demam.

Baca penjelasan endotoxin laboratorium
E
Biokimia Klinik

Enzyme

Enzim

Enzim adalah protein yang mempercepat reaksi biokimia dalam tubuh.

Baca penjelasan enzyme laboratorium
E
Biokimia Klinik

Enzyme Activity

Aktivitas Enzim

Aktivitas enzim menunjukkan tingkat kerja enzim dalam mempercepat reaksi biokimia tertentu.

Baca penjelasan enzyme activity laboratorium
E
Hematologi & Koagulasi

Eosinophil

Eosinofil adalah salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam respon alergi dan infeksi parasit.

Baca penjelasan eosinophil laboratorium
E
Istilah Umum Laboratorium

Epidemiology

Epidemiologi

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola penyebaran penyakit di populasi.

Baca penjelasan epidemiology laboratorium
E
Biologi Molekuler

Epidermis

Epidermis adalah lapisan terluar kulit yang berfungsi sebagai pelindung tubuh dari lingkungan eksternal.

Baca penjelasan epidermis laboratorium
E
Hematologi & Koagulasi

Erythrocyte

Sel Darah Merah

Erythrocyte atau sel darah merah berfungsi membawa oksigen dari paru ke seluruh tubuh melalui hemoglobin.

Baca penjelasan erythrocyte laboratorium
E
Hematologi & Koagulasi

ESR

ESR adalah tes yang mengukur kecepatan endapan sel darah merah dalam waktu satu jam.

Baca penjelasan esr laboratorium
E
Istilah Umum Laboratorium

Eukaryote

Eukariot

Eukariot adalah organisme dengan inti sel sejati, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan.

Baca penjelasan eukaryote laboratorium
E
Sample Handling & Preparasi

Examination

Pemeriksaan

Examination mengacu pada seluruh proses pengujian laboratorium, mulai dari pengambilan sampel, analisis, hingga interpretasi hasil.

Baca penjelasan examination laboratorium
F
Istilah Umum Laboratorium

False Positive / False Negative

Hasil False Positive berarti tes menunjukkan hasil positif padahal sebenarnya negatif, sedangkan False Negative sebaliknya.

Baca penjelasan false positive / false negative laboratorium
F
Biokimia Klinik

Ferritin

Ferritin adalah protein penyimpan zat besi di dalam tubuh.

Baca penjelasan ferritin laboratorium
F
Biokimia Klinik

Fibrinogen

Fibrinogen adalah protein plasma yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Baca penjelasan fibrinogen laboratorium
F
Mikrobiologi & Biosafety

Filtration

Filtrasi

Filtrasi adalah proses pemisahan zat padat dari cairan menggunakan media saring.

Baca penjelasan filtration laboratorium
F
Imunologi & Diagnostik

Flocculation Test

Tes Aglutinasi / Pengendapan

Tes ini digunakan untuk mendeteksi antibodi atau antigen melalui pembentukan endapan atau flok.

Baca penjelasan flocculation test laboratorium
F
Biokimia Klinik

Flow Cytometry

Flow Cytometry adalah teknik analisis sel yang menggunakan sinar laser untuk mengukur ukuran, kompleksitas, dan ekspresi protein pada permukaan atau dalam sel.

Baca penjelasan flow cytometry laboratorium
F
Imunologi & Diagnostik

Fluorescence

Fluoresensi

Fluoresensi adalah fenomena pemancaran cahaya oleh zat setelah menyerap energi.

Baca penjelasan fluorescence laboratorium
F
Biologi Molekuler

Folate

Asam Folat

Folat adalah vitamin B9 yang penting untuk pembentukan DNA dan sel darah merah.

Baca penjelasan folate laboratorium
F
Hematologi & Koagulasi

Formed Elements

Elemen Terbentuk Darah

Formed elements meliputi eritrosit, leukosit, dan trombosit, komponen padat dalam darah.

Baca penjelasan formed elements laboratorium
F
Istilah Umum Laboratorium

Free T3 / Free T4

Free T3 dan Free T4 adalah hormon tiroid bebas yang digunakan untuk menilai fungsi kelenjar tiroid.

Baca penjelasan free t3 / free t4 laboratorium
F
Imunologi & Diagnostik

Frozen Sample

Sampel Beku

Sampel beku digunakan untuk menjaga kestabilan komponen biologis, seperti serum atau plasma, agar tidak rusak sebelum analisis.

Baca penjelasan frozen sample laboratorium
F
Istilah Umum Laboratorium

Function Test

Uji Fungsi Organ

Function test adalah pemeriksaan untuk menilai kinerja organ tubuh seperti hati, ginjal, dan paru-paru.

Baca penjelasan function test laboratorium
F
Mikrobiologi & Biosafety

Fungus

Jamur

Fungus adalah mikroorganisme eukariotik yang dapat menyebabkan infeksi superfisial hingga sistemik pada manusia.

Baca penjelasan fungus laboratorium
G
Biokimia Klinik

Gamma GT

Gamma-Glutamyl Transferase

Gamma GT adalah enzim yang ditemukan di hati, pankreas, dan ginjal.

Baca penjelasan gamma gt laboratorium
G
Hematologi & Koagulasi

Gas Analyzer

Analisa Gas Darah

Gas analyzer digunakan untuk mengukur kadar oksigen (O₂), karbon dioksida (CO₂), dan pH darah.

Baca penjelasan gas analyzer laboratorium
G
Biokimia Klinik

Gastroenteritis

Gastroenteritis adalah peradangan lambung dan usus akibat infeksi virus, bakteri, atau parasit.

Baca penjelasan gastroenteritis laboratorium
G
Biologi Molekuler

Gastrointestinal Tract

Saluran Pencernaan

Gastrointestinal tract mencakup organ dari mulut hingga anus yang bertanggung jawab atas pencernaan dan penyerapan makanan.

Baca penjelasan gastrointestinal tract laboratorium
G
Biologi Molekuler

Genetic Test

Tes Genetik

Tes genetik menganalisis DNA untuk mendeteksi mutasi genetik, kelainan kromosom, dan risiko penyakit turunan.

Baca penjelasan genetic test laboratorium
G
Biologi Molekuler

Genotype

Genotype adalah susunan genetik suatu individu yang menentukan sifat biologis dan kerentanan terhadap penyakit.

Baca penjelasan genotype laboratorium
G
Biokimia Klinik

GFR

GFR adalah ukuran kemampuan ginjal dalam menyaring darah.

Baca penjelasan gfr laboratorium
G
Biologi Molekuler

Giemsa Stain

Giemsa stain digunakan untuk pewarnaan darah tepi, sumsum tulang, dan sediaan parasit malaria.

Baca penjelasan giemsa stain laboratorium
G
Biokimia Klinik

Globulin

Globulin adalah kelompok protein plasma yang berperan dalam sistem imun dan transportasi zat.

Baca penjelasan globulin laboratorium
G
Biokimia Klinik

Glomerulus

Glomerulus adalah struktur di ginjal tempat terjadinya filtrasi darah.

Baca penjelasan glomerulus laboratorium
G
Biokimia Klinik

Glucose

Glukosa

Glukosa adalah gula sederhana yang menjadi sumber energi utama tubuh.

Baca penjelasan glucose laboratorium
G
Biokimia Klinik

Glutamate Dehydrogenase

GDH

GDH adalah enzim hati yang digunakan sebagai penanda tambahan dalam diagnosis penyakit hati.

Baca penjelasan glutamate dehydrogenase laboratorium
G
Istilah Umum Laboratorium

Glutathione

GSH

Glutathione adalah antioksidan alami dalam sel yang melindungi dari stres oksidatif.

Baca penjelasan glutathione laboratorium
G
Biokimia Klinik

Glycated Hemoglobin

HbA1c

HbA1c menunjukkan kadar rata-rata glukosa darah selama 2–3 bulan terakhir dan menjadi indikator kontrol jangka panjang pada pasien diabetes.

Baca penjelasan glycated hemoglobin laboratorium
G
Biokimia Klinik

Glycosuria

Glycosuria adalah kondisi ditemukannya glukosa dalam urin, sering menjadi tanda awal diabetes mellitus atau gangguan ginjal.

Baca penjelasan glycosuria laboratorium
G
Istilah Umum Laboratorium

Gonadotropin

hCG, LH, FSH

Gonadotropin adalah hormon yang mengatur fungsi reproduksi.

Baca penjelasan gonadotropin laboratorium
G
Biologi Molekuler

Gram Staining

Pewarnaan Gram

Gram staining adalah teknik pewarnaan mikrobiologi untuk membedakan bakteri Gram-positif dan Gram-negatif berdasarkan struktur dinding selnya.

Baca penjelasan gram staining laboratorium
G
Mikrobiologi & Biosafety

Gram-Negative Bacteria

Bakteri Gram-negatif memiliki dinding sel tipis dengan lapisan lipopolisakarida, sering menyebabkan infeksi berat seperti sepsis.

Baca penjelasan gram-negative bacteria laboratorium
G
Mikrobiologi & Biosafety

Gram-Positive Bacteria

Bakteri Gram-positif memiliki dinding sel tebal berlapis peptidoglikan, termasuk Staphylococcus dan Streptococcus.

Baca penjelasan gram-positive bacteria laboratorium
G
Biokimia Klinik

Growth Factor

Faktor Pertumbuhan

Growth factor adalah protein alami yang merangsang proliferasi dan diferensiasi sel.

Baca penjelasan growth factor laboratorium
H
Biokimia Klinik

HbA1c

HbA1c menunjukkan kadar rata-rata glukosa darah dalam 2–3 bulan terakhir.

Baca penjelasan hba1c laboratorium
H
Mikrobiologi & Biosafety

HBsAg

HBsAg adalah antigen permukaan virus Hepatitis B.

Baca penjelasan hbsag laboratorium
H
Biokimia Klinik

HDL

HDL dikenal sebagai kolesterol “baik” karena membantu mengangkut kolesterol berlebih dari arteri ke hati untuk dibuang.

Baca penjelasan hdl laboratorium
H
Hematologi & Koagulasi

Hematocrit

Hct

Hematokrit mengukur persentase volume sel darah merah dalam darah total.

Baca penjelasan hematocrit laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hematocrit Tube

Tabung Hematokrit

Tabung kecil kapiler yang digunakan untuk mengukur hematokrit dengan metode sentrifugasi mikro.

Baca penjelasan hematocrit tube laboratorium
H
Hematologi & Koagulasi

Hematology

Hematologi

Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari darah, jaringan pembentuk darah, serta kelainannya.

Baca penjelasan hematology laboratorium
H
Hematologi & Koagulasi

Hematopoiesis

Hematopoiesis adalah proses pembentukan sel darah di sumsum tulang.

Baca penjelasan hematopoiesis laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hemoglobin

Hb

Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru.

Baca penjelasan hemoglobin laboratorium
H
Hematologi & Koagulasi

Hemolysis

Hemolisis adalah pecahnya sel darah merah yang melepaskan hemoglobin ke plasma.

Baca penjelasan hemolysis laboratorium
H
Hematologi & Koagulasi

Hemostasis

Hemostasis adalah proses penghentian perdarahan yang melibatkan pembekuan darah dan vasokonstriksi.

Baca penjelasan hemostasis laboratorium
H
Mikrobiologi & Biosafety

Hepatitis Panel

Hepatitis panel mencakup pemeriksaan serologis untuk mendeteksi infeksi virus Hepatitis A, B, dan C.

Baca penjelasan hepatitis panel laboratorium
H
Biokimia Klinik

Histamine

Histamin adalah senyawa yang dilepaskan oleh sel mast saat terjadi reaksi alergi atau inflamasi.

Baca penjelasan histamine laboratorium
H
Instrumentasi Lab

Histopathology

Histopatologi

Histopatologi adalah pemeriksaan jaringan tubuh di bawah mikroskop untuk mendeteksi kelainan seperti tumor atau kanker.

Baca penjelasan histopathology laboratorium
H
Hematologi & Koagulasi

HIV Test

Tes HIV

Tes HIV mendeteksi antibodi atau antigen terhadap virus HIV di dalam darah.

Baca penjelasan hiv test laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hormone

Hormon

Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin untuk mengatur fungsi tubuh seperti metabolisme, pertumbuhan, dan reproduksi.

Baca penjelasan hormone laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hyaline Casts

Hyaline casts adalah struktur silindris dalam urin yang terbentuk dari protein Tamm-Horsfall.

Baca penjelasan hyaline casts laboratorium
H
Hematologi & Koagulasi

Hyperlipidemia

Dislipidemia

Hyperlipidemia adalah kondisi peningkatan kadar lemak dalam darah, termasuk kolesterol dan trigliserida.

Baca penjelasan hyperlipidemia laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hypoglycemia

Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah yang lebih rendah dari normal (

Baca penjelasan hypoglycemia laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hypokalemia & Hyperkalemia

Hypokalemia adalah kadar kalium rendah, sedangkan hyperkalemia adalah kadar kalium tinggi dalam darah.

Baca penjelasan hypokalemia & hyperkalemia laboratorium
H
Biologi Molekuler

Hypoxia

Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh.

Baca penjelasan hypoxia laboratorium
I
Imunologi & Diagnostik

IgE Allergy Test

Tes IgE mengukur kadar imunoglobulin E spesifik untuk mendeteksi alergi terhadap makanan, obat, atau lingkungan.

Baca penjelasan ige allergy test laboratorium
I
Imunologi & Diagnostik

IgG / IgM Rapid Test

Tes cepat berbasis imunokromatografi untuk mendeteksi antibodi IgG dan IgM terhadap infeksi tertentu, misalnya Dengue, COVID-19, dan Typhoid.

Baca penjelasan igg / igm rapid test laboratorium
I
Istilah Umum Laboratorium

Immunization

Imunisasi

Imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu melalui pemberian vaksin.

Baca penjelasan immunization laboratorium
I
Imunologi & Diagnostik

Immunoassay

Immunoassay adalah metode analisis yang mendeteksi atau mengukur zat menggunakan reaksi antara antigen dan antibodi.

Baca penjelasan immunoassay laboratorium
I
Imunologi & Diagnostik

Immunofluorescence

Teknik laboratorium yang menggunakan antibodi berlabel fluoresen untuk mendeteksi antigen dalam jaringan atau sel.

Baca penjelasan immunofluorescence laboratorium
I
Biokimia Klinik

Immunoglobulin

IgG, IgM, IgA, IgE, IgD

Immunoglobulin atau antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sel plasma untuk mengenali dan menetralisir antigen asing.

Baca penjelasan immunoglobulin laboratorium
I
Mikrobiologi & Biosafety

Immunology

Imunologi

Imunologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari sistem kekebalan tubuh dan bagaimana tubuh melindungi diri dari patogen seperti bakteri, virus, dan jamur.

Baca penjelasan immunology laboratorium
I
Imunologi & Diagnostik

Immunotherapy

Imunoterapi

Terapi medis yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit seperti kanker dan infeksi kronis.

Baca penjelasan immunotherapy laboratorium
I
Sample Handling & Preparasi

In Vitro Diagnostic

IVD

In Vitro Diagnostic adalah alat atau reagen yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit melalui sampel biologis di luar tubuh manusia (in vitro).

Baca penjelasan in vitro diagnostic laboratorium
I
Sample Handling & Preparasi

Incision

Insisi

Prosedur membuat sayatan kecil pada jaringan untuk pengambilan sampel atau tindakan medis.

Baca penjelasan incision laboratorium
I
Instrumentasi Lab

Incubator

Inkubator Laboratorium

Inkubator adalah alat yang menjaga suhu dan kelembapan konstan untuk pertumbuhan mikroorganisme, sel, atau jaringan.

Baca penjelasan incubator laboratorium
I
Biokimia Klinik

Indicator

Indikator Biologis

Dalam sterilisasi, indikator biologis digunakan untuk memastikan efektivitas proses sterilisasi alat medis.

Baca penjelasan indicator laboratorium
I
Biologi Molekuler

Infection

Infeksi

Infeksi terjadi saat mikroorganisme patogen masuk dan berkembang biak dalam tubuh.

Baca penjelasan infection laboratorium
I
Biokimia Klinik

Inflammation

Peradangan

Inflamasi adalah respon biologis tubuh terhadap infeksi, cedera, atau iritasi, yang ditandai dengan kemerahan, panas, dan nyeri.

Baca penjelasan inflammation laboratorium
I
Mikrobiologi & Biosafety

Inoculation

Inokulasi

Proses memasukkan mikroorganisme ke dalam media kultur untuk tujuan pertumbuhan dan identifikasi.

Baca penjelasan inoculation laboratorium
I
Biokimia Klinik

Insulin

Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas untuk mengatur kadar glukosa darah.

Baca penjelasan insulin laboratorium
I
Biokimia Klinik

Ion Selective Electrode

ISE

Teknologi ISE digunakan dalam Electrolyte Analyzer untuk mengukur kadar ion seperti Na⁺, K⁺, dan Cl⁻ dalam darah atau urin.

Baca penjelasan ion selective electrode laboratorium
I
Imunologi & Diagnostik

Iron (Fe) Test

Pemeriksaan kadar zat besi serum digunakan untuk mendiagnosis anemia defisiensi besi dan gangguan metabolisme zat besi lainnya.

Baca penjelasan iron (fe) test laboratorium
I
Hematologi & Koagulasi

Ischemia

Iskemia

Iskemia adalah kondisi ketika suplai darah ke jaringan tubuh berkurang, menyebabkan kekurangan oksigen dan nutrisi.

Baca penjelasan ischemia laboratorium
I
Hematologi & Koagulasi

Isotonic Solution

Larutan Isotonik

Larutan dengan tekanan osmotik sama seperti cairan tubuh, sering digunakan dalam pengambilan sampel darah dan reagen kimia.

Baca penjelasan isotonic solution laboratorium
J
Istilah Umum Laboratorium

Jar Test

Jar test digunakan dalam bidang laboratorium lingkungan untuk menentukan dosis optimum koagulan pada proses pengolahan air.

Baca penjelasan jar test laboratorium
J
Biokimia Klinik

Jaundice

Ikterus

Jaundice adalah kondisi menguningnya kulit dan mata akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah.

Baca penjelasan jaundice laboratorium
J
Istilah Umum Laboratorium

Jelly Medium

Media Jelly

Media semi-padat yang digunakan dalam mikrobiologi untuk menumbuhkan mikroorganisme tertentu yang tidak membutuhkan media padat penuh.

Baca penjelasan jelly medium laboratorium
J
Istilah Umum Laboratorium

Jet Nebulizer

Jet nebulizer adalah alat yang mengubah cairan menjadi aerosol untuk inhalasi obat, banyak digunakan dalam laboratorium respirasi dan pengujian aerosol biologis.

Baca penjelasan jet nebulizer laboratorium
J
Biologi Molekuler

Joint Fluid Analysis

Analisis Cairan Sendi

Analisis cairan sendi dilakukan untuk menilai kondisi peradangan, infeksi, atau gangguan sendi seperti arthritis dan gout.

Baca penjelasan joint fluid analysis laboratorium
J
Biologi Molekuler

Joule

Satuan energi dalam Sistem Internasional (SI) yang juga digunakan dalam konteks laboratorium, terutama dalam perhitungan energi panas atau daya alat seperti centrifuge dan incubator.

Baca penjelasan joule laboratorium
J
Instrumentasi Lab

Joule Heating

Pemanasan Joule

Fenomena di mana arus listrik yang melewati konduktor menghasilkan panas.

Baca penjelasan joule heating laboratorium
J
Istilah Umum Laboratorium

Joule’s Law

Hukum Joule

Hukum Joule menyatakan bahwa panas yang dihasilkan oleh arus listrik berbanding lurus dengan kuadrat arus, tahanan, dan waktu.

Baca penjelasan joule’s law laboratorium
J
Hematologi & Koagulasi

Jugular Vein

Vena Jugularis

Vena jugularis adalah pembuluh darah besar di leher yang mengalirkan darah dari kepala ke jantung.

Baca penjelasan jugular vein laboratorium
J
Biokimia Klinik

Junctional Complex

Kompleks Junctional

Struktur penghubung antar sel epitel yang menjaga integritas jaringan.

Baca penjelasan junctional complex laboratorium
J
Biokimia Klinik

Junctional Epithelium

Epitel Junctional

Jaringan yang menghubungkan gusi dengan gigi, sering diteliti dalam laboratorium kedokteran gigi untuk menilai kesehatan periodontal.

Baca penjelasan junctional epithelium laboratorium
J
Mikrobiologi & Biosafety

Junctional Rhythm

Irama Junctional

Irama jantung yang berasal dari nodus atrioventrikular, bukan dari nodus sinoatrial (SA).

Baca penjelasan junctional rhythm laboratorium
J
Biokimia Klinik

Juvenile Diabetes

Diabetes Juvenil / Tipe 1

Diabetes juvenil adalah jenis diabetes yang terjadi pada usia muda akibat kerusakan sel pankreas penghasil insulin.

Baca penjelasan juvenile diabetes laboratorium
K
Quality Control & Validasi

Kalibrasi

Calibration

Proses menyesuaikan alat ukur agar hasil pengukuran sesuai standar referensi.

Baca penjelasan kalibrasi laboratorium
K
Biokimia Klinik

Kalium

Potassium / K⁺

Kalium adalah elektrolit penting yang berperan dalam fungsi otot, jantung, dan saraf.

Baca penjelasan kalium laboratorium
K
Biokimia Klinik

Kapsid

Capsid

Lapisan protein yang melindungi materi genetik virus.

Baca penjelasan kapsid laboratorium
K
Keselamatan & Limbah Lab

Karsinogen

Carcinogen

Zat atau senyawa yang dapat menyebabkan kanker, seperti bahan kimia tertentu, asap rokok, atau radiasi.

Baca penjelasan karsinogen laboratorium
K
Biologi Molekuler

Karyotyping

Kariotipe

Karyotyping adalah analisis kromosom untuk mengidentifikasi kelainan genetik seperti Down Syndrome, Turner Syndrome, atau Klinefelter Syndrome.

Baca penjelasan karyotyping laboratorium
K
Biokimia Klinik

Katalase Test

Tes katalase digunakan untuk membedakan bakteri berdasarkan kemampuan menghasilkan enzim katalase yang memecah hidrogen peroksida.

Baca penjelasan katalase test laboratorium
K
Biokimia Klinik

Katalis

Catalyst

Zat yang mempercepat reaksi kimia tanpa ikut bereaksi secara permanen.

Baca penjelasan katalis laboratorium
K
Biokimia Klinik

Keratin

Keratine

Keratin adalah protein struktural utama pada rambut, kuku, dan kulit.

Baca penjelasan keratin laboratorium
K
Biokimia Klinik

Ketogenesis

Proses pembentukan badan keton dari lemak di hati, biasanya terjadi ketika tubuh kekurangan glukosa.

Baca penjelasan ketogenesis laboratorium
K
Istilah Umum Laboratorium

Ketone

Keton

Ketone adalah hasil samping metabolisme lemak yang meningkat pada kondisi diabetes tak terkontrol, puasa, atau diet rendah karbohidrat.

Baca penjelasan ketone laboratorium
K
Biokimia Klinik

Kidney Function Test

Tes Fungsi Ginjal

Pemeriksaan fungsi ginjal dilakukan untuk menilai kemampuan ginjal dalam menyaring limbah dari darah.

Baca penjelasan kidney function test laboratorium
K
Mikrobiologi & Biosafety

Klebsiella

Klebsiella adalah genus bakteri gram-negatif penyebab infeksi paru, saluran kemih, dan luka.

Baca penjelasan klebsiella laboratorium
K
Biologi Molekuler

Kloning

Cloning

Kloning dalam konteks bioteknologi adalah proses membuat salinan identik dari DNA, sel, atau organisme.

Baca penjelasan kloning laboratorium
K
Biokimia Klinik

Klorida

Chloride / Cl⁻

Klorida adalah elektrolit penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan asam-basa tubuh.

Baca penjelasan klorida laboratorium
K
Imunologi & Diagnostik

Klorofil

Chlorophyll

Pigmen hijau pada tumbuhan yang dapat dianalisis dalam laboratorium biokimia dan lingkungan.

Baca penjelasan klorofil laboratorium
K
Biokimia Klinik

Koagulasi

Coagulation

Koagulasi adalah proses pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan.

Baca penjelasan koagulasi laboratorium
K
Hematologi & Koagulasi

Konsentrasi Hemoglobin

Hb Concentration

Mengukur kadar hemoglobin dalam darah untuk menilai anemia, dehidrasi, atau polisitemia.

Baca penjelasan konsentrasi hemoglobin laboratorium
K
Biokimia Klinik

Kreatinin

Creatinine

Kreatinin adalah produk sisa metabolisme otot yang diekskresikan melalui ginjal.

Baca penjelasan kreatinin laboratorium
K
Kimia Analitik

Kromatografi

Chromatography

Teknik pemisahan senyawa kimia berdasarkan perbedaan afinitas terhadap fase tetap dan fase bergerak.

Baca penjelasan kromatografi laboratorium
K
Hematologi & Koagulasi

Kultur

Culture

Kultur adalah metode menumbuhkan mikroorganisme pada media khusus untuk mengidentifikasi jenis infeksi.

Baca penjelasan kultur laboratorium
L
Biokimia Klinik

Labeling

Pelabelan

Pelabelan dalam konteks laboratorium mengacu pada pemberian identitas unik pada setiap sampel, tabung, atau reagen untuk menjamin ketertelusuran (traceability).

Baca penjelasan labeling laboratorium
L
Instrumentasi Lab

Laboratory Automation

Laboratory automation adalah penerapan teknologi otomatisasi untuk mempercepat proses pengujian, mengurangi kesalahan manual, dan meningkatkan throughput.

Baca penjelasan laboratory automation laboratorium
L
Mikrobiologi & Biosafety

Laminar Air Flow

LAF

Laminar Air Flow adalah sistem ventilasi yang menghasilkan aliran udara bersih searah, mencegah kontaminasi silang antar sampel.

Baca penjelasan laminar air flow laboratorium
L
Mikrobiologi & Biosafety

Laminar Flow Cabinet

LFC

Laminar Flow Cabinet adalah meja kerja khusus yang dilengkapi sistem aliran udara laminar (searah dan bersih) untuk melindungi sampel dari kontaminasi partikel udara.

Baca penjelasan laminar flow cabinet laboratorium
L
Quality Control & Validasi

Limit of Detection

LoD

LoD adalah batas terendah dari suatu analit yang masih dapat dideteksi namun belum tentu dapat diukur secara akurat.

Baca penjelasan limit of detection laboratorium
L
Quality Control & Validasi

Linearitas

Linearity

Linearitas adalah kemampuan sistem pengujian laboratorium untuk menghasilkan hasil yang proporsional terhadap konsentrasi analit di seluruh rentang ukurannya.

Baca penjelasan linearitas laboratorium
L
Quality Control & Validasi

Liquid Handling System

Liquid Handling System adalah teknologi otomatis untuk memindahkan cairan dalam volume presisi tinggi, sering digunakan pada uji molekuler dan high-throughput screening.

Baca penjelasan liquid handling system laboratorium
L
Biologi Molekuler

Loading Control

Dalam analisis protein menggunakan teknik seperti Western Blot, loading control adalah protein referensi yang digunakan untuk memastikan keseragaman jumlah sampel antar jalur.

Baca penjelasan loading control laboratorium
L
Istilah Umum Laboratorium

Log Phase

Fase Logaritmik

Log Phase adalah tahap pertumbuhan mikroorganisme di mana jumlah sel meningkat secara eksponensial.

Baca penjelasan log phase laboratorium
L
Mikrobiologi & Biosafety

Log Reduction

Log reduction adalah metode pengukuran penurunan jumlah mikroorganisme setelah proses desinfeksi atau sterilisasi.

Baca penjelasan log reduction laboratorium
L
Biologi Molekuler

Lugol’s Solution

Lugol’s Solution adalah larutan iodin dan kalium iodida yang digunakan sebagai reagen pewarna dalam pemeriksaan mikroskopik.

Baca penjelasan lugol’s solution laboratorium
L
Biokimia Klinik

Luminometer

Luminometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dihasilkan dari reaksi bioluminesensi atau kemiluminesensi.

Baca penjelasan luminometer laboratorium
L
Biokimia Klinik

Lyophilization

Freeze Drying

Lyophilization adalah proses pengeringan bahan biologis atau kimia dengan cara pembekuan dan sublimasi air di bawah tekanan rendah.

Baca penjelasan lyophilization laboratorium
L
Biologi Molekuler

Lyse

Lisis adalah proses penghancuran sel untuk melepaskan isi internalnya seperti DNA, RNA, atau protein.

Baca penjelasan lyse laboratorium
M
Biologi Molekuler

Magnetic Beads Extraction

Teknologi ekstraksi biomolekul berbasis manik magnetik untuk memisahkan DNA/RNA atau protein secara efisien.

Baca penjelasan magnetic beads extraction laboratorium
M
Kimia Analitik

Magnetic Stirrer

Perangkat untuk pencampuran larutan menggunakan stir bar magnet di atas hotplate.

Baca penjelasan magnetic stirrer laboratorium
M
Sample Handling & Preparasi

Manual vs. Automated Pipetting

Perbandingan antara teknik pipet manual dan sistem otomatis untuk efisiensi dan konsistensi tinggi dalam high-throughput testing.

Baca penjelasan manual vs. automated pipetting laboratorium
M
Quality Control & Validasi

Mass Spectrometry

MS

Metode analitik untuk mengidentifikasi komponen kimia berdasarkan massa-muatan molekul.

Baca penjelasan mass spectrometry laboratorium
M
Mikrobiologi & Biosafety

Medium Culture

Media kultur

Media kultur adalah nutrisi cair atau padat yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme atau sel.

Baca penjelasan medium culture laboratorium
M
Biokimia Klinik

Metrology

Metrologi adalah ilmu tentang pengukuran yang memastikan keakuratan alat laboratorium melalui kalibrasi dan standar referensi.

Baca penjelasan metrology laboratorium
M
Mikrobiologi & Biosafety

Microfiltration

Proses filtrasi menggunakan membran berpori sangat kecil (0.1–10 µm) untuk menghilangkan partikel dan mikroba.

Baca penjelasan microfiltration laboratorium
M
Biologi Molekuler

Micropipette

Micropipette adalah alat laboratorium presisi tinggi untuk mengukur dan memindahkan volume cairan yang sangat kecil (mikroliter).

Baca penjelasan micropipette laboratorium
M
Biokimia Klinik

Microplate Reader

Microplate Reader adalah instrumen untuk membaca sinyal optik (absorbansi, fluoresensi, chemiluminesensi) dari microplate 96/384 well.

Baca penjelasan microplate reader laboratorium
M
Mikrobiologi & Biosafety

Microscope

Microscope atau Mikroskop adalah alat optik atau digital untuk memperbesar objek kecil seperti sel, bakteri, dan jaringan.

Baca penjelasan microscope laboratorium
M
Biologi Molekuler

Microtome

Microtome adalah alat untuk memotong irisan jaringan tipis dalam histologi sebelum pewarnaan dan observasi mikroskopik.

Baca penjelasan microtome laboratorium
M
Kimia Analitik

Molarity

Konsentrasi larutan kimia yang dihitung sebagai mol zat per liter larutan (mol/L).

Baca penjelasan molarity laboratorium
M
Biologi Molekuler

Molecular Assay

Molecular Assay adalah metode deteksi berbasis asam nukleat untuk identifikasi genetik mikroba atau biomarker.

Baca penjelasan molecular assay laboratorium
N
Biologi Molekuler

NanoDrop

NanoDrop adalah spektrofotometer mikrovolume yang digunakan untuk mengukur konsentrasi dan kemurnian DNA, RNA, dan protein dari sampel sangat kecil (1–2 µL).

Baca penjelasan nanodrop laboratorium
N
Biologi Molekuler

Negative Control

Sampel tanpa target analit yang digunakan dalam pengujian untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi atau reaksi palsu.

Baca penjelasan negative control laboratorium
N
Biokimia Klinik

Nephelometry

Metode pengukuran partikel dalam larutan berdasarkan cahaya yang tersebar (scattered light).

Baca penjelasan nephelometry laboratorium
N
Biokimia Klinik

Nernst Equation

Persamaan yang menghubungkan potensial elektrokimia dengan konsentrasi ion, penting dalam elektroda pH dan sensor ion-selective.

Baca penjelasan nernst equation laboratorium
N
Biokimia Klinik

Neutralization

Proses reaksi kimia antara asam dan basa untuk menghasilkan larutan netral (pH 7).

Baca penjelasan neutralization laboratorium
N
Imunologi & Diagnostik

Nitrogen Gas (N₂) in Laboratory

Gas nitrogen digunakan untuk evaporasi pelarut, pengeringan sampel, karakterisasi kromatografi, dan menjaga lingkungan bebas oksigen.

Baca penjelasan nitrogen gas (n₂) in laboratory laboratorium
N
Kimia Analitik

NMR

Teknik analitik untuk menentukan struktur molekul organic dengan medan magnet kuat.

Baca penjelasan nmr laboratorium
N
Quality Control & Validasi

Noise

Gangguan sinyal yang mempengaruhi akurasi pembacaan instrumen optik atau elektronik.

Baca penjelasan noise laboratorium
N
Biologi Molekuler

Non-Specific Binding

Interaksi tidak spesifik antara molekul yang menyebabkan sinyal palsu atau background tinggi pada assay.

Baca penjelasan non-specific binding laboratorium
N
Biologi Molekuler

Normalization

Proses menyamakan konsentrasi DNA/RNA/protein atau sinyal data agar dapat dibandingkan secara valid.

Baca penjelasan normalization laboratorium
O
Biologi Molekuler

Oligonucleotide

Fragmen DNA/RNA pendek buatan untuk PCR, qPCR, sequencing, dan hybridization.

Baca penjelasan oligonucleotide laboratorium
O
Mikrobiologi & Biosafety

Optical Density

Optical Density adalah pengukuran absorbansi cahaya oleh sampel pada panjang gelombang tertentu.

Baca penjelasan optical density laboratorium
O
Mikrobiologi & Biosafety

Optical Microscope

Mikroskop berbasis cahaya untuk observasi sel, jaringan, dan mikroorganisme.

Baca penjelasan optical microscope laboratorium
O
Sample Handling & Preparasi

Organic Solvent

Pelarut organik (misal: ethanol, methanol, acetonitrile) dipakai untuk ekstraksi, LC-MS, persiapan sampel.

Baca penjelasan organic solvent laboratorium
O
Mikrobiologi & Biosafety

Organotypic Culture

Teknik kultur sel yang mempertahankan arsitektur jaringan asli (misal kultur organ slice).

Baca penjelasan organotypic culture laboratorium
O
Biologi Molekuler

Orthogonal Method

Metode verifikasi hasil menggunakan teknologi analisis berbeda untuk memastikan akurasi.

Baca penjelasan orthogonal method laboratorium
O
Mikrobiologi & Biosafety

Osmolarity

Osmolaritas adalah konsentrasi total partikel terlarut dalam larutan, memengaruhi tekanan osmotik sel dan stabilitas kultur.

Baca penjelasan osmolarity laboratorium
O
Quality Control & Validasi

Outliers

Data

Data yang menyimpang jauh dari hasil lain, sering disebabkan error teknis, kontaminasi, atau variasi biologis.

Baca penjelasan outliers laboratorium
O
Instrumentasi Lab

Overflow Protection

Lab Instrument

Sistem keamanan untuk mencegah sampel atau reagent meluap pada analyzer otomatis.

Baca penjelasan overflow protection laboratorium
O
Biokimia Klinik

Overnight Culture

Kultur mikroorganisme yang diinkubasi 12–18 jam untuk mencapai fase log sebelum eksperimen.

Baca penjelasan overnight culture laboratorium
O
Kimia Analitik

Oxidizing Agent

Reagen pengoksidasi yang mengambil elektron dalam reaksi kimia (misal: H₂O₂, KMnO₄).

Baca penjelasan oxidizing agent laboratorium
O
Mikrobiologi & Biosafety

Oxygen Incubator

Inkubator dengan pengaturan oksigen (sering juga CO₂ incubator) untuk kultur sel mamalia.

Baca penjelasan oxygen incubator laboratorium
P
Biologi Molekuler

Pathogen

Mikroorganisme penyebab penyakit, termasuk bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Baca penjelasan pathogen laboratorium
P
Biologi Molekuler

PCR

Teknik amplifikasi DNA yang memungkinkan deteksi materi genetik dalam jumlah sangat kecil.

Baca penjelasan pcr laboratorium
P
Mikrobiologi & Biosafety

pH Meter

Instrumen untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan.

Baca penjelasan ph meter laboratorium
P
Quality Control & Validasi

Pipetting Technique

Teknik penggunaan pipet yang benar untuk menghindari kesalahan volume, kontaminasi, dan inkonsistensi.

Baca penjelasan pipetting technique laboratorium
P
Biokimia Klinik

Plasma

Bagian cair dari darah yang telah dipisahkan dari sel darah dan tidak mengalami koagulasi.

Baca penjelasan plasma laboratorium
P
Biokimia Klinik

Positive Control

Sampel yang pasti memberikan hasil positif dalam suatu pengujian, digunakan untuk memastikan prosedur dan reagen bekerja dengan benar.

Baca penjelasan positive control laboratorium
P
Keselamatan & Limbah Lab

PPE

Peralatan pelindung seperti sarung tangan, masker, jas lab, dan kacamata pelindung yang digunakan untuk menjaga keamanan pekerja laboratorium dari paparan bahan berbahaya.

Baca penjelasan ppe laboratorium
P
Quality Control & Validasi

Precision

Kemampuan suatu alat atau metode pengujian untuk memberikan hasil konsisten ketika diuji berulang.

Baca penjelasan precision laboratorium
P
Biokimia Klinik

Protease

Enzim yang memecah protein menjadi peptida atau asam amino.

Baca penjelasan protease laboratorium
P
Biokimia Klinik

Proteomics

Cabang ilmu yang mempelajari protein secara keseluruhan dalam organisme, termasuk struktur, fungsi, dan ekspresi.

Baca penjelasan proteomics laboratorium
Q
Biokimia Klinik

QA

Proses sistematis untuk memastikan seluruh prosedur laboratorium, alat, reagen, dan personel memenuhi standar mutu.

Baca penjelasan qa laboratorium
Q
Biologi Molekuler

QC

Pengujian rutin menggunakan kontrol internal untuk memastikan hasil pemeriksaan akurat dan konsisten.

Baca penjelasan qc laboratorium
Q
Biologi Molekuler

qPCR

Teknik PCR yang tidak hanya mendeteksi keberadaan DNA tetapi juga mengukur jumlahnya secara real-time.

Baca penjelasan qpcr laboratorium
Q
Biologi Molekuler

Qualitative Analysis

Analisis untuk mengetahui keberadaan suatu komponen dalam sampel, tanpa mengukur jumlahnya.

Baca penjelasan qualitative analysis laboratorium
Q
Quality Control & Validasi

Quality Indicator

Parameter atau metrik yang digunakan untuk memantau performa laboratorium, seperti tingkat error, hasil QC, atau kepatuhan SOP.

Baca penjelasan quality indicator laboratorium
Q
Biologi Molekuler

Quantification

Metode pengukuran jumlah atau konsentrasi suatu komponen dalam sampel, baik itu DNA, protein, bakteri, atau zat kimia.

Baca penjelasan quantification laboratorium
Q
Biologi Molekuler

Quenching

Proses menghentikan reaksi kimia atau fluoresensi secara tiba-tiba.

Baca penjelasan quenching laboratorium
R
Imunologi & Diagnostik

Rapid Test

Metode diagnostik cepat yang memberikan hasil dalam hitungan menit.

Baca penjelasan rapid test laboratorium
R
Hematologi & Koagulasi

RBC

Komponen darah yang membawa oksigen melalui hemoglobin.

Baca penjelasan rbc laboratorium
R
Biokimia Klinik

Reagent

Reagen

Bahan kimia, biologis, atau enzimatik yang digunakan dalam reaksi laboratorium untuk mendeteksi, mengukur, atau menghasilkan perubahan dalam sampel.

Baca penjelasan reagent laboratorium
R
Biologi Molekuler

Real-Time Analysis

Pengukuran dan pemantauan proses laboratorium secara langsung, tanpa perlu menunggu akhir reaksi.

Baca penjelasan real-time analysis laboratorium
R
Biokimia Klinik

Reconstitution

Proses mengembalikan reagen dalam bentuk lyophilized (kering beku) menjadi larutan aktif dengan menambahkan pelarut tertentu.

Baca penjelasan reconstitution laboratorium
R
Quality Control & Validasi

Reference Range

Rentang Referensi

Nilai acuan yang digunakan untuk menilai hasil laboratorium.

Baca penjelasan reference range laboratorium
R
Quality Control & Validasi

Reproducibility

Kemampuan prosedur atau alat laboratorium menghasilkan hasil yang sama pada kondisi serupa tetapi dilakukan pada waktu berbeda, atau oleh operator berbeda.

Baca penjelasan reproducibility laboratorium
R
Biokimia Klinik

Rinse Solution

Cairan pembilas yang digunakan dalam analyzer untuk membersihkan probe, nozzle, dan jalur cairan guna memastikan tidak terjadi kontaminasi atau carryover antar sampel.

Baca penjelasan rinse solution laboratorium
R
Biologi Molekuler

RNA

Molekul genetik yang berfungsi dalam transkripsi dan ekspresi gen.

Baca penjelasan rna laboratorium
R
Biokimia Klinik

Rodac Plate

Media padat berbentuk cembung yang digunakan untuk pengujian kebersihan permukaan, khususnya pada laboratorium mikrobiologi, farmasi, dan fasilitas kesehatan.

Baca penjelasan rodac plate laboratorium
R
Biologi Molekuler

RT-PCR

Teknik PCR yang mengubah RNA menjadi DNA melalui proses reverse transcription sebelum amplifikasi.

Baca penjelasan rt-pcr laboratorium
S
Mikrobiologi & Biosafety

Saline Solution

Larutan garam fisiologis (NaCl) steril yang digunakan untuk membilas, mengencerkan sampel, atau sebagai buffer pada beberapa prosedur laboratorium.

Baca penjelasan saline solution laboratorium
S
Hematologi & Koagulasi

Sample

Sampel

Bahan biologis atau kimia yang dikumpulkan untuk dianalisis di laboratorium, seperti darah, serum, plasma, urin, swab, jaringan, atau kultur sel.

Baca penjelasan sample laboratorium
S
Quality Control & Validasi

Sensitivity

Sensitivitas

Kemampuan metode pemeriksaan mendeteksi keberadaan penyakit atau target analit pada individu yang benar-benar positif.

Baca penjelasan sensitivity laboratorium
S
Mikrobiologi & Biosafety

Seroconversion

Perubahan status imunologis seseorang dari negatif menjadi positif terhadap antibodi spesifik setelah paparan patogen atau vaksinasi.

Baca penjelasan seroconversion laboratorium
S
Hematologi & Koagulasi

Serum

Bagian cair dari darah yang dipisahkan setelah koagulasi dan tidak mengandung faktor pembekuan.

Baca penjelasan serum laboratorium
S
Quality Control & Validasi

Specificity

Spesifisitas

Kemampuan metode pemeriksaan mengidentifikasi individu yang benar-benar tidak memiliki penyakit atau target analit.

Baca penjelasan specificity laboratorium
S
Biologi Molekuler

Spectrophotometer

Spektrofotometer

Instrumen analitik yang mengukur intensitas cahaya berdasarkan panjang gelombang untuk menentukan konsentrasi zat dalam sampel.

Baca penjelasan spectrophotometer laboratorium
S
Biologi Molekuler

Staining

Pewarnaan

Teknik pewarnaan sel atau jaringan untuk meningkatkan kontras visual pada mikroskop.

Baca penjelasan staining laboratorium
S
Biologi Molekuler

Standard Curve

Kurva kalibrasi yang digunakan untuk menentukan konsentrasi analit berdasarkan nilai absorbansi, fluoresensi, atau sinyal lainnya.

Baca penjelasan standard curve laboratorium
S
Biokimia Klinik

Standard Operating Procedure

SOP

Dokumen panduan prosedural yang memastikan setiap langkah kerja laboratorium dilakukan secara konsisten, aman, dan sesuai standar kualitas.

Baca penjelasan standard operating procedure laboratorium
S
Mikrobiologi & Biosafety

Sterilization

Sterilisasi

Proses menghilangkan semua bentuk mikroorganisme termasuk spora menggunakan metode fisik atau kimia, seperti autoklaf, filtrasi, UV, dan penggunaan gas etilen oksida.

Baca penjelasan sterilization laboratorium
S
Biologi Molekuler

Supernatant

Cairan jernih yang berada di atas endapan setelah proses sentrifugasi atau pengendapan.

Baca penjelasan supernatant laboratorium
S
Mikrobiologi & Biosafety

Swab

Alat pengambil sampel mikrobiologi atau virologi berbentuk stik dengan ujung kapas atau nilon.

Baca penjelasan swab laboratorium
T
Sample Handling & Preparasi

TAT

Waktu total dari mulai pengambilan sampel hingga hasil laporan keluar.

Baca penjelasan tat laboratorium
T
Biologi Molekuler

Temperature Control System

Sistem pengatur suhu pada alat laboratorium seperti inkubator, freezer medis, refrigerator vaksin, biosafety cabinet, dan PCR workstation.

Baca penjelasan temperature control system laboratorium
T
Biologi Molekuler

Thermocycler

Alat PCR untuk mengatur perubahan suhu yang presisi selama proses amplifikasi DNA.

Baca penjelasan thermocycler laboratorium
T
Mikrobiologi & Biosafety

Tissue Culture

Kultur Jaringan

Metode menumbuhkan sel atau jaringan di lingkungan terkendali menggunakan media nutrisi.

Baca penjelasan tissue culture laboratorium
T
Sample Handling & Preparasi

Titration

Titrasi

Metode analisis kuantitatif untuk menentukan konsentrasi zat dalam sampel melalui reaksi dengan larutan standar (titrant).

Baca penjelasan titration laboratorium
T
Biokimia Klinik

Total Protein

Parameter biokimia untuk mengukur jumlah protein dalam serum/plasma.

Baca penjelasan total protein laboratorium
T
Sample Handling & Preparasi

Toxicology Testing

Pengujian untuk mendeteksi dan menganalisis zat toksik, obat, dan bahan kimia dalam sampel biologis.

Baca penjelasan toxicology testing laboratorium
T
Biokimia Klinik

Tracer

Zat penanda (biasanya radioaktif atau fluoresen) yang digunakan untuk melacak reaksi biologis atau kimia.

Baca penjelasan tracer laboratorium
T
Sample Handling & Preparasi

Transmittance

Persentase cahaya yang melewati sampel dalam spektrofotometri.

Baca penjelasan transmittance laboratorium
T
Biologi Molekuler

Transport Media

Media khusus untuk mempertahankan stabilitas sampel mikrobiologi atau virologi selama transportasi ke laboratorium, seperti VTM (Viral Transport Medium) dan media swab bakteriologi.

Baca penjelasan transport media laboratorium
T
Biologi Molekuler

Tris Buffer

Buffer kimia yang umum digunakan dalam biologi molekuler untuk menjaga pH stabil pada reaksi enzim DNA/RNA, elektroforesis, dan preparasi sampel.

Baca penjelasan tris buffer laboratorium
T
Istilah Umum Laboratorium

True Negative

TN

Hasil uji yang menunjukkan seseorang benar-benar negatif terhadap penyakit/target.

Baca penjelasan true negative laboratorium
T
Istilah Umum Laboratorium

True Positive

TP

Hasil uji yang menunjukkan seseorang benar-benar positif terhadap penyakit/target.

Baca penjelasan true positive laboratorium
T
Biokimia Klinik

Turbidimetry

Teknik pengukuran kadar partikel dalam cairan berdasarkan perubahan intensitas cahaya yang dilewatkan melalui sampel.

Baca penjelasan turbidimetry laboratorium
T
Quality Control & Validasi

Turbidity Standards

Larutan standar yang digunakan untuk kalibrasi turbidimeter dan kontrol kualitas pengukuran kekeruhan sampel.

Baca penjelasan turbidity standards laboratorium
U
Biokimia Klinik

Ultracentrifugation

Ultrasentrifugasi

Teknik pemisahan komponen biologis berdasarkan densitas menggunakan kecepatan putar sangat tinggi (hingga >100.000 rpm).

Baca penjelasan ultracentrifugation laboratorium
U
Biologi Molekuler

Ultrapure Water

Air dengan tingkat kemurnian sangat tinggi, bebas ion, mikroba, dan kontaminan organik.

Baca penjelasan ultrapure water laboratorium
U
Mikrobiologi & Biosafety

Ultrasonic Homogenizer

Sonicator

Alat yang menggunakan gelombang ultrasonik untuk memecah sel, menghomogenkan sampel, atau mendispersikan nanopartikel.

Baca penjelasan ultrasonic homogenizer laboratorium
U
Biokimia Klinik

Unit Per Volume

U/L, IU/mL, dll.

Satuan aktivitas enzim atau konsentrasi biologis yang umum digunakan dalam laboratorium kimia klinik dan imunologi.

Baca penjelasan unit per volume laboratorium
U
Mikrobiologi & Biosafety

Universal Precautions

Prinsip keselamatan laboratorium yang mensyaratkan setiap sampel biologis diperlakukan sebagai bahan infeksius.

Baca penjelasan universal precautions laboratorium
U
Data & Otomasi Lab

Uptime

Parameter performa alat diagnostik yang menunjukkan durasi alat beroperasi tanpa gangguan.

Baca penjelasan uptime laboratorium
U
Biologi Molekuler

Urea Test

Uji biokimia untuk mendeteksi bakteri penghasil urease, seperti Helicobacter pylori atau Proteus spp.

Baca penjelasan urea test laboratorium
U
Instrumentasi Lab

Urinalysis

Urinalisa

Pemeriksaan laboratorium untuk menganalisis komponen kimia, fisik, dan mikroskopis urin.

Baca penjelasan urinalysis laboratorium
U
Mikrobiologi & Biosafety

Urine Culture

Prosedur untuk identifikasi bakteri dalam urin menggunakan media kultur, inkubasi, dan uji lanjutan.

Baca penjelasan urine culture laboratorium
U
Biologi Molekuler

UV Spectrophotometer

Instrumen analisis yang menggunakan gelombang ultraviolet untuk mengukur konsentrasi asam nukleat, protein, dan senyawa organik.

Baca penjelasan uv spectrophotometer laboratorium
V
Imunologi & Diagnostik

Vaccine Refrigerator

Kulkas Vaksin

Perangkat penyimpanan bersuhu terkendali (2–8°C) yang dirancang khusus untuk menjaga stabilitas vaksin dan produk biologis.

Baca penjelasan vaccine refrigerator laboratorium
V
Biokimia Klinik

Vacutainer

Tabung vakum steril yang digunakan untuk pengambilan sampel darah.

Baca penjelasan vacutainer laboratorium
V
Mikrobiologi & Biosafety

Vacuum Pump

Alat untuk menciptakan tekanan negatif (vakum) dalam proses filtrasi, evaporasi, atau kultur sel tertutup.

Baca penjelasan vacuum pump laboratorium
V
Biokimia Klinik

Validation

Validasi

Proses untuk memastikan bahwa metode, alat, atau sistem laboratorium bekerja sesuai tujuan dan menghasilkan data yang akurat serta konsisten.

Baca penjelasan validation laboratorium
V
Quality Control & Validasi

Validation Report

Dokumen resmi hasil proses validasi yang mencatat prosedur, hasil pengujian, dan kesimpulan apakah sistem memenuhi kriteria kinerja.

Baca penjelasan validation report laboratorium
V
Mikrobiologi & Biosafety

Viable Count

Penghitungan jumlah mikroorganisme hidup dalam sampel menggunakan teknik kultur dan pengenceran seri.

Baca penjelasan viable count laboratorium
V
Biokimia Klinik

Viral Transport Medium

VTM

Media cair steril yang mempertahankan integritas virus pada swab atau spesimen selama transportasi ke laboratorium.

Baca penjelasan viral transport medium laboratorium
V
Biologi Molekuler

Virology

Cabang ilmu mikrobiologi yang mempelajari virus dan infeksi virus.

Baca penjelasan virology laboratorium
V
Instrumentasi Lab

Viscometer

Instrumen untuk mengukur viskositas (kekentalan) cairan.

Baca penjelasan viscometer laboratorium
V
Biokimia Klinik

Volumetric Accuracy

Kemampuan alat ukur seperti pipet atau dispenser untuk mengeluarkan volume cairan sesuai dengan nilai yang diatur.

Baca penjelasan volumetric accuracy laboratorium
V
Sample Handling & Preparasi

Volumetric Flask

Labware berbentuk labu dengan leher sempit dan tanda ukur tetap untuk menyiapkan larutan dengan volume presisi.

Baca penjelasan volumetric flask laboratorium
V
Biokimia Klinik

Vortex Mixer

Perangkat untuk mencampur cairan dalam tabung kecil (mikrotube) menggunakan gerakan melingkar cepat.

Baca penjelasan vortex mixer laboratorium
W
Imunologi & Diagnostik

Wash Buffer

Buffer yang digunakan untuk mencuci pelat ELISA, membran blot, atau permukaan mikrotube selama proses analisis untuk menghilangkan sisa reagen nonspesifik tanpa mengganggu hasil akhir.

Baca penjelasan wash buffer laboratorium
W
Imunologi & Diagnostik

Washing Station

Unit otomatis dalam analyzer atau sistem ELISA yang mencuci cuvette, plate, atau probe secara presisi untuk menghindari carryover antar sampel.

Baca penjelasan washing station laboratorium
W
Biokimia Klinik

Waste Disposal

Pembuangan Limbah

Prosedur pengelolaan limbah laboratorium termasuk bahan biologis, kimia, dan plastik untuk mencegah kontaminasi dan pencemaran lingkungan.

Baca penjelasan waste disposal laboratorium
W
Instrumentasi Lab

Water Bath

Peralatan laboratorium yang menjaga suhu air pada tingkat tertentu untuk inkubasi sampel atau reaksi kimia yang memerlukan suhu stabil.

Baca penjelasan water bath laboratorium
W
Biokimia Klinik

Water Quality Testing

Pengujian kualitas air untuk memastikan tidak ada kontaminan kimia, logam berat, atau mikroba yang dapat memengaruhi eksperimen.

Baca penjelasan water quality testing laboratorium
W
Biologi Molekuler

Wavelength

Panjang Gelombang

Jarak antara dua puncak gelombang cahaya yang menentukan warna atau energi cahaya dalam spektrofotometri.

Baca penjelasan wavelength laboratorium
W
Hematologi & Koagulasi

WBC

Sel imun yang berperan melawan infeksi.

Baca penjelasan wbc laboratorium
W
Biologi Molekuler

Western Blot

Metode analisis protein yang memisahkan molekul berdasarkan ukuran melalui elektroforesis, kemudian mentransfernya ke membran dan mendeteksi dengan antibodi spesifik.

Baca penjelasan western blot laboratorium
W
Quality Control & Validasi

Wet Chemistry

Cabang kimia analitik tradisional yang melibatkan reaksi cairan manual seperti titrasi, pengendapan, dan kolorimetri.

Baca penjelasan wet chemistry laboratorium
W
Sample Handling & Preparasi

Workflow

Alur Kerja Laboratorium

Rangkaian langkah operasional yang mengatur aliran sampel, analisis, dan pelaporan hasil.

Baca penjelasan workflow laboratorium
W
Sample Handling & Preparasi

Working Solution

Larutan yang sudah diencerkan atau disiapkan dari stok konsentrat dan siap digunakan dalam eksperimen atau pengujian.

Baca penjelasan working solution laboratorium
W
Biologi Molekuler

Workstation

Meja atau sistem kerja modular yang dirancang khusus untuk proses tertentu di laboratorium, seperti pipetting, PCR preparation, atau data analysis.

Baca penjelasan workstation laboratorium
X
Istilah Umum Laboratorium

X-axis

Sumbu X

Sumbu horizontal pada grafik atau hasil pengukuran laboratorium yang merepresentasikan variabel independen seperti waktu, panjang gelombang, atau konsentrasi.

Baca penjelasan x-axis laboratorium
X
Istilah Umum Laboratorium

X-ray

Gelombang elektromagnetik berenergi tinggi yang digunakan untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh atau material tanpa perlu melakukan pembedahan.

Baca penjelasan x-ray laboratorium
X
Istilah Umum Laboratorium

Xenobiology

Cabang bioteknologi yang mempelajari bentuk kehidupan buatan dengan sistem genetik atau biokimia yang dimodifikasi.

Baca penjelasan xenobiology laboratorium
X
Keselamatan & Limbah Lab

Xenobiotic

Zat asing bagi tubuh atau sistem biologis, seperti obat-obatan sintetis atau bahan kimia lingkungan.

Baca penjelasan xenobiotic laboratorium
X
Istilah Umum Laboratorium

Xenograft

Transplantasi jaringan atau organ dari satu spesies ke spesies lain, seperti jaringan hewan ke manusia.

Baca penjelasan xenograft laboratorium
X
Instrumentasi Lab

Xenon Lamp

Sumber cahaya berintensitas tinggi yang menghasilkan spektrum luas dari UV hingga IR.

Baca penjelasan xenon lamp laboratorium
X
Sample Handling & Preparasi

XRD

Teknik analisis struktur kristal padatan dengan cara memancarkan sinar-X ke sampel dan menganalisis pola difraksinya.

Baca penjelasan xrd laboratorium
X
Sample Handling & Preparasi

XRF

Metode analisis unsur tanpa destruksi (non-destructive) yang mengukur emisi sinar-X sekunder dari sampel.

Baca penjelasan xrf laboratorium
X
Biologi Molekuler

Xylene

Cairan pelarut organik yang digunakan terutama dalam histologi untuk membersihkan, menghilangkan parafin, dan menyiapkan preparat jaringan sebelum pewarnaan mikroskopik.

Baca penjelasan xylene laboratorium
X
Mikrobiologi & Biosafety

Xylose

Gula pentosa yang digunakan sebagai substrat dalam uji biokimia untuk identifikasi bakteri, terutama dalam pengujian fermentasi karbohidrat.

Baca penjelasan xylose laboratorium
Y
Biologi Molekuler

Y-Chromosome

Kromosom Y

Salah satu kromosom seks yang menentukan jenis kelamin laki-laki.

Baca penjelasan y-chromosome laboratorium
Y
Biokimia Klinik

Yeast

Mikroorganisme eukariotik bersel tunggal dari kelompok jamur yang berperan penting dalam fermentasi dan bioteknologi.

Baca penjelasan yeast laboratorium
Y
Biologi Molekuler

Yeast Artificial Chromosome

YAC

Vektor DNA besar berbasis yeast yang digunakan untuk kloning fragmen DNA berukuran besar (hingga >1 Mb).

Baca penjelasan yeast artificial chromosome laboratorium
Y
Biokimia Klinik

Yeast Extract

Produk hasil lisis sel yeast yang kaya akan asam amino, vitamin, dan mineral.

Baca penjelasan yeast extract laboratorium
Y
Biologi Molekuler

Yellow Fever Test

Tes serologi atau molekuler yang digunakan untuk mendeteksi antibodi atau antigen virus demam kuning (Yellow Fever).

Baca penjelasan yellow fever test laboratorium
Y
Mikrobiologi & Biosafety

Yersinia

Genus bakteri gram-negatif yang mencakup patogen seperti Yersinia pestis (penyebab pes), Y.

Baca penjelasan yersinia laboratorium
Y
Biologi Molekuler

Yersiniosis

Infeksi yang disebabkan oleh Yersinia enterocolitica, biasanya menyerang saluran pencernaan manusia.

Baca penjelasan yersiniosis laboratorium
Y
Biologi Molekuler

Yield

Jumlah atau volume produk yang dihasilkan dari suatu proses laboratorium, seperti isolasi DNA, sintesis protein, atau reaksi kimia.

Baca penjelasan yield laboratorium
Y
Mikrobiologi & Biosafety

Yolk Sac

Kantung Kuning Telur

Struktur embrionik pada hewan vertebrata yang berfungsi sebagai sumber nutrisi awal bagi embrio.

Baca penjelasan yolk sac laboratorium
Y
Quality Control & Validasi

Yttrium

Y

Unsur logam langka yang digunakan dalam pembuatan fosfor, laser medis, dan beberapa reagen kimia.

Baca penjelasan yttrium laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Z-stack

Microscopy

Serangkaian gambar mikroskopik yang diambil pada kedalaman fokus berbeda, kemudian digabungkan menjadi gambar 3D.

Baca penjelasan z-stack laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Zero Calibration

Proses penyesuaian alat ukur untuk memastikan bahwa pembacaan awal (nol) sesuai dengan nilai dasar sebenarnya sebelum digunakan.

Baca penjelasan zero calibration laboratorium
Z
Sample Handling & Preparasi

Zero Cross Contamination

Prinsip desain alat atau area kerja laboratorium yang mencegah kontaminasi silang antar sampel.

Baca penjelasan zero cross contamination laboratorium
Z
Istilah Umum Laboratorium

Zeta Potential

Potensial listrik yang terdapat di permukaan partikel dalam suspensi cair.

Baca penjelasan zeta potential laboratorium
Z
Biologi Molekuler

Zinc Finger Protein

Protein yang mengandung struktur “zinc finger” untuk mengikat DNA dan mengatur ekspresi gen.

Baca penjelasan zinc finger protein laboratorium
Z
Mikrobiologi & Biosafety

Zinc Oxide

ZnO

Senyawa kimia anorganik dengan sifat antimikroba dan fotokatalitik.

Baca penjelasan zinc oxide laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Zinc Test

Uji laboratorium untuk mengukur kadar seng (Zn) dalam darah, serum, atau urin.

Baca penjelasan zinc test laboratorium
Z
Mikrobiologi & Biosafety

Zone of Inhibition

Area bening di sekitar disk antibiotik pada uji Kirby-Bauer yang menunjukkan daya hambat antibiotik terhadap pertumbuhan bakteri.

Baca penjelasan zone of inhibition laboratorium
Z
Mikrobiologi & Biosafety

Zoonosis

Penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui kontak langsung, makanan, air, atau vektor.

Baca penjelasan zoonosis laboratorium
Z
Mikrobiologi & Biosafety

Zoonotic Pathogen

Mikroorganisme penyebab penyakit zoonosis seperti virus, bakteri, atau parasit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Baca penjelasan zoonotic pathogen laboratorium
Z
Istilah Umum Laboratorium

Zygote

Zigot

Sel hasil pembuahan antara gamet jantan dan betina yang menjadi tahap awal perkembangan organisme baru.

Baca penjelasan zygote laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Zymase

Kompleks enzim dalam yeast yang mengkatalisis fermentasi glukosa menjadi etanol dan karbon dioksida.

Baca penjelasan zymase laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Zymogen

Enzim tidak aktif (proenzim) yang diaktifkan melalui perubahan struktur kimia, biasanya dengan pemotongan rantai peptida.

Baca penjelasan zymogen laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Zymography

Teknik elektroforesis berbasis gel yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas enzim (misalnya protease atau gelatinase) dalam sampel biologis.

Baca penjelasan zymography laboratorium
A
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Analytical Balance

Timbangan Analitik

Timbangan laboratorium dengan ketelitian tinggi, umumnya sampai 0,1 mg atau lebih baik, digunakan untuk penimbangan sampel kecil, standar, reagen, dan bahan analitik yang membutuhkan kestabilan tinggi.

Baca penjelasan analytical balance timbangan lab
P
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Precision Balance

Timbangan Presisi

Timbangan laboratorium dengan kapasitas lebih besar daripada timbangan analitik dan ketelitian menengah sampai tinggi, cocok untuk preparasi sampel, penimbangan reagen, dan pekerjaan QC harian.

Baca penjelasan precision balance timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Microbalance

Timbangan mikro untuk mengukur massa sangat kecil pada level mikrogram.

Baca penjelasan microbalance timbangan lab
S
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Semi-Micro Balance

Timbangan antara analytical balance dan microbalance, biasanya digunakan ketika sampel sangat kecil tetapi workflow masih membutuhkan kemudahan operasional laboratorium umum.

Baca penjelasan semi-micro balance timbangan lab
T
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Top Loading Balance

Timbangan dengan pan terbuka di bagian atas dan kapasitas relatif besar, digunakan untuk penimbangan bahan, media, sampel besar, atau proses preparasi yang tidak selalu membutuhkan draft...

Baca penjelasan top loading balance timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Moisture Analyzer

Alat untuk mengukur kadar air atau kehilangan bobot akibat pemanasan.

Baca penjelasan moisture analyzer timbangan lab
R
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Readability

Resolusi Timbangan

Nilai perubahan terkecil yang dapat ditampilkan oleh timbangan.

Baca penjelasan readability timbangan lab
R
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Repeatability

Keterulangan

Kemampuan timbangan menghasilkan pembacaan massa yang konsisten saat beban yang sama ditimbang berulang dalam kondisi yang sama.

Baca penjelasan repeatability timbangan lab
L
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Linearity

Linearitas Timbangan

Kemampuan timbangan menunjukkan hasil yang proporsional dan benar pada beberapa titik beban dari kapasitas rendah sampai mendekati kapasitas maksimum.

Baca penjelasan linearity timbangan lab
E
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Eccentricity Test

Uji Beban Sudut

Pengujian untuk melihat apakah hasil timbangan tetap konsisten ketika beban ditempatkan di berbagai posisi pan, bukan hanya di tengah.

Baca penjelasan eccentricity test timbangan lab
C
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Corner Load Error

Penyimpangan pembacaan yang terjadi ketika sampel diletakkan di tepi atau sudut pan.

Baca penjelasan corner load error timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Minimum Weight

Bobot minimum sampel agar hasil penimbangan masih memenuhi batas ketidakpastian dan toleransi yang ditetapkan laboratorium.

Baca penjelasan minimum weight timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Minimum Sample Weight

Jumlah sampel minimum yang sebaiknya ditimbang agar hasilnya valid untuk metode atau SOP tertentu, terutama pada analisis kuantitatif.

Baca penjelasan minimum sample weight timbangan lab
C
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Capacity

Kapasitas Timbangan

Beban maksimum yang dapat ditimbang oleh alat tanpa melebihi batas desainnya.

Baca penjelasan capacity timbangan lab
T
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Tare

Fungsi untuk mengurangi bobot wadah sehingga pembacaan hanya menunjukkan bobot sampel atau bahan yang ditambahkan.

Baca penjelasan tare timbangan lab
Z
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Zero Function

Fungsi untuk mengembalikan pembacaan timbangan ke titik nol sebelum proses penimbangan dimulai.

Baca penjelasan zero function timbangan lab
S
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Stability Indicator

Indikator pada display yang menunjukkan bahwa pembacaan massa sudah stabil dan siap dicatat.

Baca penjelasan stability indicator timbangan lab
S
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Settling Time

Waktu yang dibutuhkan timbangan untuk mencapai pembacaan stabil setelah sampel diletakkan di pan.

Baca penjelasan settling time timbangan lab
D
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Draft Shield

Pelindung kaca pada timbangan analitik untuk mengurangi pengaruh aliran udara, debu, dan perubahan tekanan saat menimbang sampel kecil.

Baca penjelasan draft shield timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing Pan

Permukaan tempat meletakkan sampel atau wadah saat proses penimbangan.

Baca penjelasan weighing pan timbangan lab
L
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Leveling Bubble

Indikator gelembung untuk memastikan timbangan berada pada posisi rata.

Baca penjelasan leveling bubble timbangan lab
L
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Leveling Feet

Kaki penyetel pada timbangan untuk mengatur kerataan alat sebelum digunakan.

Baca penjelasan leveling feet timbangan lab
I
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Internal Calibration

Fitur kalibrasi otomatis menggunakan bobot internal di dalam timbangan.

Baca penjelasan internal calibration timbangan lab
E
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

External Calibration

Kalibrasi timbangan menggunakan anak timbangan standar eksternal dengan kelas dan nilai massa yang sesuai.

Baca penjelasan external calibration timbangan lab
C
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Calibration Weight

Anak Timbangan Kalibrasi

Bobot standar yang digunakan untuk kalibrasi, verifikasi, dan pengecekan harian timbangan laboratorium.

Baca penjelasan calibration weight timbangan lab
O
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

OIML Weight Class

Kelas anak timbangan berdasarkan standar metrologi, seperti E1, E2, F1, F2, M1, dan lainnya.

Baca penjelasan oiml weight class timbangan lab
T
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Traceability

Ketertelusuran

Kemampuan menghubungkan hasil pengukuran ke standar acuan melalui rantai kalibrasi yang terdokumentasi.

Baca penjelasan traceability timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Measurement Uncertainty

Ketidakpastian Pengukuran

Estimasi rentang nilai yang mungkin menyertai hasil pengukuran.

Baca penjelasan measurement uncertainty timbangan lab
T
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Tolerance

Toleransi

Batas penyimpangan yang masih dapat diterima dalam proses pengukuran atau kalibrasi.

Baca penjelasan tolerance timbangan lab
A
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Adjustment

Penyetelan Timbangan

Proses menyesuaikan pembacaan timbangan agar sesuai dengan standar massa referensi.

Baca penjelasan adjustment timbangan lab
V
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Verification

Verifikasi Timbangan

Pemeriksaan untuk memastikan timbangan masih memenuhi kriteria performa yang ditetapkan sebelum digunakan dalam pekerjaan rutin.

Baca penjelasan verification timbangan lab
D
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Daily Balance Check

Pengecekan harian timbangan menggunakan anak timbangan standar untuk memastikan alat siap digunakan sebelum proses analisis.

Baca penjelasan daily balance timbangan lab check
P
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Performance Qualification

PQ

Pengujian untuk memastikan timbangan bekerja sesuai kebutuhan operasional nyata di laboratorium pengguna.

Baca penjelasan performance qualification timbangan lab
I
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Installation Qualification

IQ

Dokumentasi bahwa timbangan dipasang sesuai persyaratan instalasi, termasuk lokasi, listrik, lingkungan, dan kelengkapan alat.

Baca penjelasan installation qualification timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Metrological Confirmation

Rangkaian proses untuk memastikan alat ukur memenuhi kebutuhan metrologi, meliputi kalibrasi, verifikasi, evaluasi hasil, dan dokumentasi.

Baca penjelasan metrological confirmation timbangan lab
C
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Calibration Certificate

Sertifikat Kalibrasi

Dokumen yang mencatat hasil kalibrasi, nilai koreksi, ketidakpastian, standar acuan, dan informasi identitas alat.

Baca penjelasan calibration certificate timbangan lab
B
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Balance Calibration Service

Jasa kalibrasi timbangan untuk memastikan hasil penimbangan sesuai standar, terdokumentasi, dan dapat ditelusuri.

Baca penjelasan balance timbangan lab calibration service
P
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Preventive Maintenance Timbangan

Perawatan berkala untuk menjaga kondisi mekanik, elektronik, kebersihan, dan kestabilan timbangan laboratorium.

Baca penjelasan preventive maintenance timbangan
E
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Electromagnetic Force Compensation

Prinsip sensor timbangan presisi tinggi yang menyeimbangkan gaya berat sampel dengan gaya elektromagnetik untuk menghasilkan pembacaan sangat akurat.

Baca penjelasan electromagnetic force compensation timbangan lab
T
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Tuning Fork Sensor

Teknologi sensor berbasis getaran garpu tala yang memberikan pembacaan massa stabil, respons cepat, dan ketahanan baik terhadap penggunaan harian.

Baca penjelasan tuning fork sensor timbangan lab
S
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Strain Gauge Load Cell

Sensor beban yang mengubah perubahan regangan mekanik menjadi sinyal listrik.

Baca penjelasan strain gauge load cell timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Monobloc Weighing Cell

Sel timbang presisi yang dibuat dari satu blok material untuk meningkatkan stabilitas mekanik dan performa pengukuran.

Baca penjelasan monobloc weighing cell timbangan lab
T
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Temperature Drift

Perubahan pembacaan akibat perubahan suhu lingkungan atau suhu internal alat.

Baca penjelasan temperature drift timbangan lab
H
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Humidity Effect

Pengaruh kelembapan terhadap sampel higroskopis, stabilitas massa, dan komponen elektronik timbangan.

Baca penjelasan humidity effect timbangan lab
S
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Static Electricity

Listrik Statis

Muatan listrik pada sampel atau wadah yang dapat menarik atau menolak pan, menyebabkan pembacaan massa tidak stabil.

Baca penjelasan static electricity timbangan lab
A
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Anti-Static Ionizer

Perangkat untuk menetralisir listrik statis pada sampel, wadah, atau area penimbangan agar hasil lebih stabil.

Baca penjelasan anti-static ionizer timbangan lab
A
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Air Draft

Aliran Udara

Gangguan dari hembusan udara, AC, pintu terbuka, atau pergerakan operator yang dapat membuat pembacaan timbangan tidak stabil.

Baca penjelasan air draft timbangan lab
V
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Vibration Effect

Getaran dari meja, lantai, mesin, atau aktivitas sekitar yang dapat mengganggu kestabilan hasil timbangan.

Baca penjelasan vibration effect timbangan lab
A
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Anti-Vibration Table

Meja khusus untuk meredam getaran saat menggunakan timbangan analitik, microbalance, atau alat presisi tinggi lainnya.

Baca penjelasan anti-vibration table timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing Room

Ruang khusus penimbangan dengan pengendalian aliran udara, suhu, kelembapan, kebersihan, dan getaran untuk hasil lebih konsisten.

Baca penjelasan weighing room timbangan lab
B
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Balance Placement

Penentuan lokasi penempatan timbangan agar jauh dari aliran udara, panas, getaran, pintu, jendela, dan sumber gangguan elektromagnetik.

Baca penjelasan balance timbangan lab placement
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Warm-Up Time

Waktu pemanasan alat setelah dinyalakan agar sistem elektronik dan sensor mencapai kondisi stabil sebelum digunakan.

Baca penjelasan warm-up time timbangan lab
O
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Overload Protection

Fitur perlindungan untuk mencegah kerusakan sensor ketika beban yang diletakkan melebihi kapasitas timbangan.

Baca penjelasan overload protection timbangan lab
U
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Underhook Weighing

Fitur penimbangan dari bawah timbangan, berguna untuk sampel besar, pengukuran densitas, atau material yang sulit diletakkan di pan.

Baca penjelasan underhook weighing timbangan lab
D
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Density Determination Kit

Aksesori timbangan untuk menentukan massa jenis padatan atau cairan berdasarkan prinsip penimbangan di udara dan di dalam cairan.

Baca penjelasan density determination kit timbangan lab
B
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Buoyancy Correction

Koreksi akibat gaya apung udara yang memengaruhi hasil massa, terutama pada penimbangan presisi tinggi dan kalibrasi massa.

Baca penjelasan buoyancy correction timbangan lab
D
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Direct Weighing

Metode menimbang sampel langsung di wadah atau pan setelah fungsi zero atau tare dilakukan.

Baca penjelasan direct weighing timbangan lab
D
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Differential Weighing

Metode menimbang perubahan massa sebelum dan sesudah proses, misalnya pengeringan, pemanasan, atau ekstraksi.

Baca penjelasan differential weighing timbangan lab
C
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Comparison Weighing

Metode membandingkan sampel dengan standar massa untuk mendapatkan hasil lebih teliti.

Baca penjelasan comparison weighing timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing by Difference

Teknik menimbang selisih bobot wadah sebelum dan sesudah bahan dipindahkan.

Baca penjelasan weighing by difference timbangan lab
P
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Percent Weighing

Mode timbangan untuk menghitung persentase massa sampel terhadap massa referensi.

Baca penjelasan percent weighing timbangan lab
P
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Piece Counting

Mode timbangan untuk menghitung jumlah benda berdasarkan berat rata-rata satu unit.

Baca penjelasan piece counting timbangan lab
C
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Checkweighing

Mode penimbangan untuk memeriksa apakah bobot berada di bawah, sesuai, atau di atas batas target.

Baca penjelasan checkweighing timbangan lab
F
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Formulation Weighing

Mode atau proses penimbangan beberapa komponen sesuai formula, sering digunakan pada farmasi, kosmetik, pangan, dan riset produk.

Baca penjelasan formulation weighing timbangan lab
R
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Recipe Weighing

Penimbangan berdasarkan resep/formula yang mengatur urutan bahan, target bobot, toleransi, dan dokumentasi hasil.

Baca penjelasan recipe weighing timbangan lab
P
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Pipette Calibration by Gravimetric Method

Metode kalibrasi pipet dengan menimbang air yang dikeluarkan pipet, lalu mengonversi massa menjadi volume berdasarkan densitas air.

Baca penjelasan pipette calibration by gravimetric method timbangan lab
V
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Volumetric Weighing

Pendekatan pengukuran volume berdasarkan massa dan densitas, umum digunakan untuk validasi volume pipet atau dispenser.

Baca penjelasan volumetric weighing timbangan lab
L
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Loss on Drying

LOD

Metode menentukan kehilangan bobot setelah pemanasan, umumnya digunakan untuk estimasi kadar air atau volatil pada sampel.

Baca penjelasan loss on drying timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Moisture Content

Persentase kandungan air dalam sampel, biasanya dianalisis dengan moisture analyzer atau metode oven gravimetri.

Baca penjelasan moisture content timbangan lab
H
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Hygroscopic Sample

Sampel yang mudah menyerap uap air dari udara sehingga massanya cepat berubah saat proses penimbangan.

Baca penjelasan hygroscopic sample timbangan lab
V
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Volatile Sample

Sampel yang mudah menguap dan dapat mengalami penurunan massa saat dibiarkan terbuka.

Baca penjelasan volatile sample timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Magnetic Sample

Sampel bermuatan magnetik yang dapat memengaruhi pembacaan timbangan, terutama pada timbangan dengan sensor elektromagnetik.

Baca penjelasan magnetic sample timbangan lab
E
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Electrostatic Sample

Sampel atau wadah yang mudah menghasilkan listrik statis dan menyebabkan pembacaan timbangan fluktuatif.

Baca penjelasan electrostatic sample timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing Paper

Kertas khusus untuk menimbang sampel padat agar tidak menempel langsung pada pan dan memudahkan pemindahan bahan.

Baca penjelasan weighing paper timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing Boat

Wadah kecil sekali pakai untuk menimbang serbuk, granul, atau bahan kimia padat.

Baca penjelasan weighing boat timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing Funnel

Aksesori berbentuk corong untuk menimbang dan memindahkan serbuk ke labu ukur atau wadah sempit.

Baca penjelasan weighing funnel timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing Bottle

Botol kecil bertutup yang digunakan untuk menimbang sampel higroskopis, mudah menguap, atau bahan yang perlu dilindungi dari udara.

Baca penjelasan weighing bottle timbangan lab
D
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Desiccator

Wadah tertutup berisi desikan untuk menjaga sampel tetap kering sebelum atau sesudah penimbangan.

Baca penjelasan desiccator timbangan lab
D
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Desiccant

Bahan penyerap kelembapan seperti silica gel yang digunakan dalam desiccator atau kemasan bahan sensitif air.

Baca penjelasan desiccant timbangan lab
S
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Sample Container Weight

Bobot wadah sampel yang harus dikontrol, ditara, atau dicatat agar hasil penimbangan bersih dapat dihitung benar.

Baca penjelasan sample container weight timbangan lab
G
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Gross Weight

Bobot total sampel beserta wadah atau kemasannya.

Baca penjelasan gross weight timbangan lab
N
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Net Weight

Bobot bersih sampel setelah bobot wadah dikurangi.

Baca penjelasan net weight timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing Unit

Satuan yang digunakan dalam penimbangan seperti gram, milligram, microgram, carat, ounce, atau unit khusus sesuai aplikasi.

Baca penjelasan weighing unit timbangan lab
G
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Gram

Satuan massa dasar yang paling umum digunakan dalam timbangan laboratorium.

Baca penjelasan gram timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Milligram

mg

Satuan massa setara 0,001 gram yang sering digunakan dalam penimbangan bahan kimia dan sampel kecil.

Baca penjelasan milligram timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Microgram

µg

Satuan massa setara satu per sejuta gram, digunakan pada microbalance dan aplikasi analisis sangat sensitif.

Baca penjelasan microgram timbangan lab
C
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Carat

Satuan massa yang sering digunakan untuk batu permata dan material kecil tertentu.

Baca penjelasan carat timbangan lab
R
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

RS-232 Balance Interface

Port komunikasi serial yang sering digunakan untuk mengirim data timbangan ke printer, komputer, atau software pencatatan.

Baca penjelasan rs-232 balance timbangan lab interface
U
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

USB Balance Interface

Koneksi timbangan ke komputer untuk transfer data, pencatatan otomatis, atau integrasi dengan software laboratorium.

Baca penjelasan usb balance timbangan lab interface
L
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

LAN / Ethernet Balance Interface

Koneksi jaringan untuk integrasi timbangan ke sistem data laboratorium, LIMS, atau komputer dalam jaringan internal.

Baca penjelasan lan / ethernet balance timbangan lab interface
G
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

GLP/GMP Data Output

Format output data yang mendukung pencatatan identitas alat, tanggal, waktu, hasil, dan informasi kalibrasi untuk kebutuhan dokumentasi mutu.

Baca penjelasan glp/gmp data output timbangan lab
B
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Balance Printer

Printer khusus untuk mencetak hasil penimbangan, nomor sampel, tanggal, waktu, dan informasi operator.

Baca penjelasan balance timbangan lab printer
D
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Data Logger Timbangan

Sistem pencatat data penimbangan secara otomatis untuk mengurangi kesalahan pencatatan manual dan meningkatkan traceability.

Baca penjelasan data logger timbangan
A
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Audit Trail Timbangan

Riwayat aktivitas yang merekam perubahan, kalibrasi, hasil, atau akses pengguna untuk mendukung integritas data.

Baca penjelasan audit trail timbangan
U
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

User Management Timbangan

Fitur pengaturan hak akses operator, supervisor, dan admin pada timbangan atau software penimbangan.

Baca penjelasan user management timbangan
B
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Barcode Sample Weighing

Integrasi barcode pada proses penimbangan untuk memastikan identitas sampel, batch, atau bahan tidak tertukar.

Baca penjelasan barcode sample weighing timbangan lab
L
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

LIMS Balance Integration

Integrasi timbangan dengan Laboratory Information Management System agar data massa masuk otomatis ke sistem laboratorium.

Baca penjelasan lims balance timbangan lab integration
B
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Balance Software

Software untuk membaca, menyimpan, mencetak, dan mengintegrasikan data timbangan ke Excel, LIMS, ERP, atau database internal.

Baca penjelasan balance timbangan lab software
R
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

RS-232 to Excel

Solusi pencatatan data timbangan dari port serial RS-232 langsung ke Excel untuk mengurangi input manual.

Baca penjelasan rs-232 to excel timbangan lab
#
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

21 CFR Part 11 Readiness

Kesiapan sistem data untuk mendukung kontrol akses, audit trail, tanda tangan elektronik, dan integritas data pada lingkungan teregulasi.

Baca penjelasan 21 cfr part 11 readiness timbangan lab
D
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Data Integrity

Prinsip memastikan data penimbangan lengkap, konsisten, akurat, tertelusur, dan tidak mudah dimanipulasi.

Baca penjelasan data integrity timbangan lab
A
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

ALCOA+ Principle

Prinsip integritas data yang menekankan data harus attributable, legible, contemporaneous, original, accurate, complete, consistent, enduring, dan available.

Baca penjelasan alcoa+ principle timbangan lab
M
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Mass Comparator

Instrumen presisi untuk membandingkan massa standar dan massa uji, digunakan pada laboratorium kalibrasi massa.

Baca penjelasan mass comparator timbangan lab
S
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Sensitivity Drift

Perubahan sensitivitas timbangan dari waktu ke waktu akibat faktor suhu, usia alat, atau kondisi lingkungan.

Baca penjelasan sensitivity drift timbangan lab
Z
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Zero Drift

Perubahan pembacaan nol secara perlahan saat timbangan tidak diberi beban.

Baca penjelasan zero drift timbangan lab
C
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Calibration Interval

Jadwal atau rentang waktu antar kalibrasi timbangan berdasarkan risiko penggunaan, frekuensi kerja, dan persyaratan mutu.

Baca penjelasan calibration interval timbangan lab
S
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Service Interval

Jadwal perawatan alat untuk menjaga timbangan tetap bersih, stabil, dan sesuai performa operasional.

Baca penjelasan service interval timbangan lab
C
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Cleaning Balance

Prosedur membersihkan timbangan, pan, draft shield, dan area sekitar untuk mencegah kontaminasi dan menjaga kestabilan pembacaan.

Baca penjelasan cleaning balance timbangan lab
B
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Balance SOP

Dokumen prosedur penggunaan timbangan yang mencakup persiapan alat, pengecekan, penimbangan, pencatatan, pembersihan, dan tindakan bila terjadi penyimpangan.

Baca penjelasan balance timbangan lab sop
B
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Balance Logbook

Catatan penggunaan, pengecekan, kalibrasi, perawatan, dan anomali timbangan yang digunakan untuk audit dan traceability.

Baca penjelasan balance timbangan lab logbook
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing Error

Kesalahan hasil penimbangan yang dapat berasal dari alat, operator, lingkungan, sampel, atau metode.

Baca penjelasan weighing error timbangan lab
O
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Operator Handling Error

Kesalahan akibat cara operator meletakkan sampel, membaca display, tidak menunggu stabil, salah tara, atau salah mencatat data.

Baca penjelasan operator handling error timbangan lab
C
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Contamination During Weighing

Kontaminasi yang terjadi saat penimbangan akibat pan kotor, wadah tidak sesuai, serbuk tercecer, atau alat bantu yang tidak bersih.

Baca penjelasan contamination during weighing timbangan lab
C
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Carryover in Weighing

Sisa bahan dari penimbangan sebelumnya yang tertinggal di pan, spatula, atau wadah sehingga memengaruhi sampel berikutnya.

Baca penjelasan carryover in weighing timbangan lab
A
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

AC Airflow Interference

Gangguan dari aliran AC yang menyebabkan display timbangan analitik sulit stabil.

Baca penjelasan ac airflow interference timbangan lab
V
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Vibration from Production Area

Getaran dari mesin produksi, kompresor, atau aktivitas lantai yang dapat mengganggu timbangan presisi di laboratorium QC.

Baca penjelasan vibration from production area timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing in Pharma QC

Aplikasi penimbangan pada laboratorium QC farmasi untuk standar, bahan baku, sampel antara, produk jadi, dan validasi metode.

Baca penjelasan weighing in pharma qc timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing in Food Laboratory

Aplikasi penimbangan untuk sampel pangan, kadar air, formulasi, uji mutu, dan persiapan reagen.

Baca penjelasan weighing in food laboratory timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing in Chemical Laboratory

Aplikasi penimbangan bahan kimia, standar primer, larutan stok, dan sampel reaksi dengan kebutuhan akurasi dan keselamatan tinggi.

Baca penjelasan weighing in chemical laboratory timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing in Education Laboratory

Aplikasi timbangan untuk praktikum, demonstrasi pengukuran massa, dan pembelajaran dasar kimia/fisika.

Baca penjelasan weighing in education laboratory timbangan lab
W
Timbangan Lab Timbangan Lab & Metrologi

Weighing in Research Laboratory

Aplikasi timbangan untuk riset material, biologi, farmasi, dan analisis eksperimental yang membutuhkan data massa konsisten.

Baca penjelasan weighing in research laboratory timbangan lab
Vibra Indonesia

Butuh rekomendasi timbangan lab yang tepat?

Tim Vibra Indonesia dapat membantu memilih analytical balance, precision balance, aksesori kalibrasi, dan solusi pencatatan data sesuai kebutuhan laboratorium Anda.