Vibra Indonesia Lab Glossary

Kamus Istilah Laboratorium & Timbangan Lab

Panduan istilah lab, metrologi, kalibrasi, dan penimbangan presisi untuk membantu pengguna memilih alat dan memahami proses kerja laboratorium.

498Istilah
126Timbangan Lab
13Kategori
Kategori

Jelajahi berdasarkan area laboratorium

Semua istilah
Timbangan Lab & Metrologi Istilah seputar timbangan laboratorium, sensor, kalibrasi, verifikasi, akurasi, dan workflow penimbangan. 126 istilah Biokimia Klinik Istilah parameter kimia klinik, enzim, metabolit, elektrolit, dan pemeriksaan fungsi organ. 116 istilah Biologi Molekuler Istilah terkait DNA/RNA, PCR, sekuensing, amplifikasi, dan analisis biomolekuler. 69 istilah Data & Otomasi Lab Istilah otomatisasi laboratorium, integrasi data, LIMS, workflow digital, dan traceability. 2 istilah Hematologi & Koagulasi Istilah pemeriksaan darah, sel darah, hemoglobin, hemostasis, dan pembekuan. 30 istilah Imunologi & Diagnostik Istilah antigen, antibodi, immunoassay, rapid test, serologi, dan diagnostik in vitro. 16 istilah Instrumentasi Lab Istilah alat laboratorium seperti analyzer, centrifuge, mikroskop, incubator, dan instrumen optik. 14 istilah Istilah Umum Laboratorium Istilah umum yang sering muncul dalam operasional, edukasi, dan komunikasi laboratorium. 28 istilah Keselamatan & Limbah Lab Istilah keselamatan kerja, APD, desinfeksi, limbah, dan bahan berisiko. 3 istilah Kimia Analitik Istilah analisis kimia, titrasi, kromatografi, spektrometri, larutan, buffer, dan pelarut. 7 istilah Mikrobiologi & Biosafety Istilah kultur mikroba, biosafety, sterilisasi, patogen, dan pengendalian kontaminasi. 47 istilah Quality Control & Validasi Istilah QC, QA, validasi metode, kalibrasi, kontrol, standar, dan performa analitik. 21 istilah Sample Handling & Preparasi Istilah pengambilan sampel, preparasi, penyimpanan, transportasi, pengenceran, dan labware. 19 istilah
Daftar Istilah

Istilah Biokimia Klinik

116 istilah ditampilkan

A
Biokimia Klinik

Albumin

Albumin adalah protein utama dalam plasma darah yang berperan menjaga tekanan osmotik dan transportasi zat seperti hormon dan obat.

Baca penjelasan albumin laboratorium
A
Biokimia Klinik

Amino Acid

Asam amino adalah unit pembangun protein dan berperan penting dalam berbagai proses metabolik tubuh.

Baca penjelasan amino acid laboratorium
A
Biokimia Klinik

Antibody

Antibodi

Antibodi adalah protein berbentuk Y yang diproduksi oleh sistem imun untuk mengenali dan menetralkan zat asing (antigen) seperti virus, bakteri, atau toksin.

Baca penjelasan antibody laboratorium
A
Biokimia Klinik

Anticoagulant

Antikoagulan

Antikoagulan adalah zat yang mencegah pembekuan darah.

Baca penjelasan anticoagulant laboratorium
A
Biokimia Klinik

Antigen

Antigen adalah zat atau molekul yang dianggap “asing” oleh tubuh dan dapat menstimulasi sistem kekebalan untuk menghasilkan antibodi.

Baca penjelasan antigen laboratorium
A
Biokimia Klinik

AST

AST adalah enzim yang banyak ditemukan di hati, jantung, dan otot.

Baca penjelasan ast laboratorium
B
Biokimia Klinik

Bilirubin

Bilirubin adalah pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah di hati.

Baca penjelasan bilirubin laboratorium
B
Biokimia Klinik

Biochemistry

Biokimia Klinik

Biokimia klinik adalah cabang ilmu laboratorium medis yang mempelajari zat kimia dalam cairan tubuh, seperti enzim, elektrolit, protein, dan hormon.

Baca penjelasan biochemistry laboratorium
B
Biokimia Klinik

Biomarker

Biomarker adalah penanda biologis dalam tubuh yang menunjukkan kondisi fisiologis atau patologis.

Baca penjelasan biomarker laboratorium
B
Biokimia Klinik

Blank Control

Blank control adalah sampel tanpa analit yang digunakan untuk kalibrasi dasar alat sebelum analisis dimulai.

Baca penjelasan blank control laboratorium
B
Biokimia Klinik

Blood Chemistry

Kimia Darah

Blood Chemistry mencakup serangkaian tes laboratorium untuk menilai fungsi organ seperti hati, ginjal, dan jantung melalui pengukuran zat kimia dalam darah.

Baca penjelasan blood chemistry laboratorium
B
Biokimia Klinik

Blood Glucose Test

Tes glukosa darah mengukur kadar gula dalam darah untuk mendeteksi diabetes atau memantau terapi.

Baca penjelasan blood glucose test laboratorium
B
Biokimia Klinik

Buffer

Buffer adalah larutan kimia yang menjaga kestabilan pH selama reaksi biokimia.

Baca penjelasan buffer laboratorium
B
Biokimia Klinik

BUN

BUN adalah parameter untuk menilai fungsi ginjal dengan mengukur kadar urea dalam darah.

Baca penjelasan bun laboratorium
C
Biokimia Klinik

Calcium

Kalsium

Kalsium merupakan mineral penting yang berperan dalam pembentukan tulang, fungsi otot, dan transmisi saraf.

Baca penjelasan calcium laboratorium
C
Biokimia Klinik

Calibration Curve

Kurva kalibrasi adalah grafik hubungan antara konsentrasi analit dan respon alat ukur.

Baca penjelasan calibration curve laboratorium
C
Biokimia Klinik

Cholesterol

Kolesterol adalah zat lemak yang berfungsi membentuk hormon dan membran sel.

Baca penjelasan cholesterol laboratorium
C
Biokimia Klinik

Coagulation

Koagulasi

Koagulasi adalah proses pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan.

Baca penjelasan coagulation laboratorium
C
Biokimia Klinik

Creatinine

Creatinine adalah hasil sisa metabolisme otot yang diekskresikan melalui ginjal.

Baca penjelasan creatinine laboratorium
C
Biokimia Klinik

CRP

CRP adalah protein fase akut yang meningkat saat terjadi peradangan atau infeksi.

Baca penjelasan crp laboratorium
D
Biokimia Klinik

D-dimer

D-dimer adalah fragmen protein hasil pemecahan fibrin dalam darah, digunakan untuk mendeteksi adanya bekuan darah (trombosis).

Baca penjelasan d-dimer laboratorium
D
Biokimia Klinik

Diabetes Test

Tes Diabetes

Tes diabetes dilakukan untuk mengukur kadar glukosa darah, HbA1c, atau toleransi glukosa (OGTT).

Baca penjelasan diabetes test laboratorium
D
Biokimia Klinik

Disinfectant

Desinfektan

Desinfektan digunakan untuk membunuh mikroorganisme di permukaan alat laboratorium atau area kerja.

Baca penjelasan disinfectant laboratorium
D
Biokimia Klinik

Disposable

Sekali Pakai

Peralatan disposable digunakan satu kali untuk menghindari kontaminasi silang antar sampel.

Baca penjelasan disposable laboratorium
D
Biokimia Klinik

Dry Chemistry

Dry chemistry adalah metode analisis kimia menggunakan strip atau slide reagen kering tanpa cairan tambahan.

Baca penjelasan dry chemistry laboratorium
E
Biokimia Klinik

Electrolyte

Elektrolit

Elektrolit adalah ion seperti natrium (Na⁺), kalium (K⁺), klorida (Cl⁻), dan bikarbonat (HCO₃⁻) yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Baca penjelasan electrolyte laboratorium
E
Biokimia Klinik

ELISA

ELISA adalah metode imunologi untuk mendeteksi antigen atau antibodi dengan menggunakan enzim sebagai penanda reaksi.

Baca penjelasan elisa laboratorium
E
Biokimia Klinik

Emergency Test

Tes Darurat

Tes darurat dilakukan untuk kondisi medis kritis yang membutuhkan hasil cepat, seperti serangan jantung atau syok.

Baca penjelasan emergency test laboratorium
E
Biokimia Klinik

Enzyme

Enzim

Enzim adalah protein yang mempercepat reaksi biokimia dalam tubuh.

Baca penjelasan enzyme laboratorium
E
Biokimia Klinik

Enzyme Activity

Aktivitas Enzim

Aktivitas enzim menunjukkan tingkat kerja enzim dalam mempercepat reaksi biokimia tertentu.

Baca penjelasan enzyme activity laboratorium
F
Biokimia Klinik

Ferritin

Ferritin adalah protein penyimpan zat besi di dalam tubuh.

Baca penjelasan ferritin laboratorium
F
Biokimia Klinik

Fibrinogen

Fibrinogen adalah protein plasma yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Baca penjelasan fibrinogen laboratorium
F
Biokimia Klinik

Flow Cytometry

Flow Cytometry adalah teknik analisis sel yang menggunakan sinar laser untuk mengukur ukuran, kompleksitas, dan ekspresi protein pada permukaan atau dalam sel.

Baca penjelasan flow cytometry laboratorium
G
Biokimia Klinik

Gamma GT

Gamma-Glutamyl Transferase

Gamma GT adalah enzim yang ditemukan di hati, pankreas, dan ginjal.

Baca penjelasan gamma gt laboratorium
G
Biokimia Klinik

Gastroenteritis

Gastroenteritis adalah peradangan lambung dan usus akibat infeksi virus, bakteri, atau parasit.

Baca penjelasan gastroenteritis laboratorium
G
Biokimia Klinik

GFR

GFR adalah ukuran kemampuan ginjal dalam menyaring darah.

Baca penjelasan gfr laboratorium
G
Biokimia Klinik

Globulin

Globulin adalah kelompok protein plasma yang berperan dalam sistem imun dan transportasi zat.

Baca penjelasan globulin laboratorium
G
Biokimia Klinik

Glomerulus

Glomerulus adalah struktur di ginjal tempat terjadinya filtrasi darah.

Baca penjelasan glomerulus laboratorium
G
Biokimia Klinik

Glucose

Glukosa

Glukosa adalah gula sederhana yang menjadi sumber energi utama tubuh.

Baca penjelasan glucose laboratorium
G
Biokimia Klinik

Glutamate Dehydrogenase

GDH

GDH adalah enzim hati yang digunakan sebagai penanda tambahan dalam diagnosis penyakit hati.

Baca penjelasan glutamate dehydrogenase laboratorium
G
Biokimia Klinik

Glycated Hemoglobin

HbA1c

HbA1c menunjukkan kadar rata-rata glukosa darah selama 2–3 bulan terakhir dan menjadi indikator kontrol jangka panjang pada pasien diabetes.

Baca penjelasan glycated hemoglobin laboratorium
G
Biokimia Klinik

Glycosuria

Glycosuria adalah kondisi ditemukannya glukosa dalam urin, sering menjadi tanda awal diabetes mellitus atau gangguan ginjal.

Baca penjelasan glycosuria laboratorium
G
Biokimia Klinik

Growth Factor

Faktor Pertumbuhan

Growth factor adalah protein alami yang merangsang proliferasi dan diferensiasi sel.

Baca penjelasan growth factor laboratorium
H
Biokimia Klinik

HbA1c

HbA1c menunjukkan kadar rata-rata glukosa darah dalam 2–3 bulan terakhir.

Baca penjelasan hba1c laboratorium
H
Biokimia Klinik

HDL

HDL dikenal sebagai kolesterol “baik” karena membantu mengangkut kolesterol berlebih dari arteri ke hati untuk dibuang.

Baca penjelasan hdl laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hematocrit Tube

Tabung Hematokrit

Tabung kecil kapiler yang digunakan untuk mengukur hematokrit dengan metode sentrifugasi mikro.

Baca penjelasan hematocrit tube laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hemoglobin

Hb

Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru.

Baca penjelasan hemoglobin laboratorium
H
Biokimia Klinik

Histamine

Histamin adalah senyawa yang dilepaskan oleh sel mast saat terjadi reaksi alergi atau inflamasi.

Baca penjelasan histamine laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hormone

Hormon

Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin untuk mengatur fungsi tubuh seperti metabolisme, pertumbuhan, dan reproduksi.

Baca penjelasan hormone laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hyaline Casts

Hyaline casts adalah struktur silindris dalam urin yang terbentuk dari protein Tamm-Horsfall.

Baca penjelasan hyaline casts laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hypoglycemia

Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah yang lebih rendah dari normal (

Baca penjelasan hypoglycemia laboratorium
H
Biokimia Klinik

Hypokalemia & Hyperkalemia

Hypokalemia adalah kadar kalium rendah, sedangkan hyperkalemia adalah kadar kalium tinggi dalam darah.

Baca penjelasan hypokalemia & hyperkalemia laboratorium
I
Biokimia Klinik

Immunoglobulin

IgG, IgM, IgA, IgE, IgD

Immunoglobulin atau antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sel plasma untuk mengenali dan menetralisir antigen asing.

Baca penjelasan immunoglobulin laboratorium
I
Biokimia Klinik

Indicator

Indikator Biologis

Dalam sterilisasi, indikator biologis digunakan untuk memastikan efektivitas proses sterilisasi alat medis.

Baca penjelasan indicator laboratorium
I
Biokimia Klinik

Inflammation

Peradangan

Inflamasi adalah respon biologis tubuh terhadap infeksi, cedera, atau iritasi, yang ditandai dengan kemerahan, panas, dan nyeri.

Baca penjelasan inflammation laboratorium
I
Biokimia Klinik

Insulin

Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas untuk mengatur kadar glukosa darah.

Baca penjelasan insulin laboratorium
I
Biokimia Klinik

Ion Selective Electrode

ISE

Teknologi ISE digunakan dalam Electrolyte Analyzer untuk mengukur kadar ion seperti Na⁺, K⁺, dan Cl⁻ dalam darah atau urin.

Baca penjelasan ion selective electrode laboratorium
J
Biokimia Klinik

Jaundice

Ikterus

Jaundice adalah kondisi menguningnya kulit dan mata akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah.

Baca penjelasan jaundice laboratorium
J
Biokimia Klinik

Junctional Complex

Kompleks Junctional

Struktur penghubung antar sel epitel yang menjaga integritas jaringan.

Baca penjelasan junctional complex laboratorium
J
Biokimia Klinik

Junctional Epithelium

Epitel Junctional

Jaringan yang menghubungkan gusi dengan gigi, sering diteliti dalam laboratorium kedokteran gigi untuk menilai kesehatan periodontal.

Baca penjelasan junctional epithelium laboratorium
J
Biokimia Klinik

Juvenile Diabetes

Diabetes Juvenil / Tipe 1

Diabetes juvenil adalah jenis diabetes yang terjadi pada usia muda akibat kerusakan sel pankreas penghasil insulin.

Baca penjelasan juvenile diabetes laboratorium
K
Biokimia Klinik

Kalium

Potassium / K⁺

Kalium adalah elektrolit penting yang berperan dalam fungsi otot, jantung, dan saraf.

Baca penjelasan kalium laboratorium
K
Biokimia Klinik

Kapsid

Capsid

Lapisan protein yang melindungi materi genetik virus.

Baca penjelasan kapsid laboratorium
K
Biokimia Klinik

Katalase Test

Tes katalase digunakan untuk membedakan bakteri berdasarkan kemampuan menghasilkan enzim katalase yang memecah hidrogen peroksida.

Baca penjelasan katalase test laboratorium
K
Biokimia Klinik

Katalis

Catalyst

Zat yang mempercepat reaksi kimia tanpa ikut bereaksi secara permanen.

Baca penjelasan katalis laboratorium
K
Biokimia Klinik

Keratin

Keratine

Keratin adalah protein struktural utama pada rambut, kuku, dan kulit.

Baca penjelasan keratin laboratorium
K
Biokimia Klinik

Ketogenesis

Proses pembentukan badan keton dari lemak di hati, biasanya terjadi ketika tubuh kekurangan glukosa.

Baca penjelasan ketogenesis laboratorium
K
Biokimia Klinik

Kidney Function Test

Tes Fungsi Ginjal

Pemeriksaan fungsi ginjal dilakukan untuk menilai kemampuan ginjal dalam menyaring limbah dari darah.

Baca penjelasan kidney function test laboratorium
K
Biokimia Klinik

Klorida

Chloride / Cl⁻

Klorida adalah elektrolit penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan asam-basa tubuh.

Baca penjelasan klorida laboratorium
K
Biokimia Klinik

Koagulasi

Coagulation

Koagulasi adalah proses pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan.

Baca penjelasan koagulasi laboratorium
K
Biokimia Klinik

Kreatinin

Creatinine

Kreatinin adalah produk sisa metabolisme otot yang diekskresikan melalui ginjal.

Baca penjelasan kreatinin laboratorium
L
Biokimia Klinik

Labeling

Pelabelan

Pelabelan dalam konteks laboratorium mengacu pada pemberian identitas unik pada setiap sampel, tabung, atau reagen untuk menjamin ketertelusuran (traceability).

Baca penjelasan labeling laboratorium
L
Biokimia Klinik

Luminometer

Luminometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dihasilkan dari reaksi bioluminesensi atau kemiluminesensi.

Baca penjelasan luminometer laboratorium
L
Biokimia Klinik

Lyophilization

Freeze Drying

Lyophilization adalah proses pengeringan bahan biologis atau kimia dengan cara pembekuan dan sublimasi air di bawah tekanan rendah.

Baca penjelasan lyophilization laboratorium
M
Biokimia Klinik

Metrology

Metrologi adalah ilmu tentang pengukuran yang memastikan keakuratan alat laboratorium melalui kalibrasi dan standar referensi.

Baca penjelasan metrology laboratorium
M
Biokimia Klinik

Microplate Reader

Microplate Reader adalah instrumen untuk membaca sinyal optik (absorbansi, fluoresensi, chemiluminesensi) dari microplate 96/384 well.

Baca penjelasan microplate reader laboratorium
N
Biokimia Klinik

Nephelometry

Metode pengukuran partikel dalam larutan berdasarkan cahaya yang tersebar (scattered light).

Baca penjelasan nephelometry laboratorium
N
Biokimia Klinik

Nernst Equation

Persamaan yang menghubungkan potensial elektrokimia dengan konsentrasi ion, penting dalam elektroda pH dan sensor ion-selective.

Baca penjelasan nernst equation laboratorium
N
Biokimia Klinik

Neutralization

Proses reaksi kimia antara asam dan basa untuk menghasilkan larutan netral (pH 7).

Baca penjelasan neutralization laboratorium
O
Biokimia Klinik

Overnight Culture

Kultur mikroorganisme yang diinkubasi 12–18 jam untuk mencapai fase log sebelum eksperimen.

Baca penjelasan overnight culture laboratorium
P
Biokimia Klinik

Plasma

Bagian cair dari darah yang telah dipisahkan dari sel darah dan tidak mengalami koagulasi.

Baca penjelasan plasma laboratorium
P
Biokimia Klinik

Positive Control

Sampel yang pasti memberikan hasil positif dalam suatu pengujian, digunakan untuk memastikan prosedur dan reagen bekerja dengan benar.

Baca penjelasan positive control laboratorium
P
Biokimia Klinik

Protease

Enzim yang memecah protein menjadi peptida atau asam amino.

Baca penjelasan protease laboratorium
P
Biokimia Klinik

Proteomics

Cabang ilmu yang mempelajari protein secara keseluruhan dalam organisme, termasuk struktur, fungsi, dan ekspresi.

Baca penjelasan proteomics laboratorium
Q
Biokimia Klinik

QA

Proses sistematis untuk memastikan seluruh prosedur laboratorium, alat, reagen, dan personel memenuhi standar mutu.

Baca penjelasan qa laboratorium
R
Biokimia Klinik

Reagent

Reagen

Bahan kimia, biologis, atau enzimatik yang digunakan dalam reaksi laboratorium untuk mendeteksi, mengukur, atau menghasilkan perubahan dalam sampel.

Baca penjelasan reagent laboratorium
R
Biokimia Klinik

Reconstitution

Proses mengembalikan reagen dalam bentuk lyophilized (kering beku) menjadi larutan aktif dengan menambahkan pelarut tertentu.

Baca penjelasan reconstitution laboratorium
R
Biokimia Klinik

Rinse Solution

Cairan pembilas yang digunakan dalam analyzer untuk membersihkan probe, nozzle, dan jalur cairan guna memastikan tidak terjadi kontaminasi atau carryover antar sampel.

Baca penjelasan rinse solution laboratorium
R
Biokimia Klinik

Rodac Plate

Media padat berbentuk cembung yang digunakan untuk pengujian kebersihan permukaan, khususnya pada laboratorium mikrobiologi, farmasi, dan fasilitas kesehatan.

Baca penjelasan rodac plate laboratorium
S
Biokimia Klinik

Standard Operating Procedure

SOP

Dokumen panduan prosedural yang memastikan setiap langkah kerja laboratorium dilakukan secara konsisten, aman, dan sesuai standar kualitas.

Baca penjelasan standard operating procedure laboratorium
T
Biokimia Klinik

Total Protein

Parameter biokimia untuk mengukur jumlah protein dalam serum/plasma.

Baca penjelasan total protein laboratorium
T
Biokimia Klinik

Tracer

Zat penanda (biasanya radioaktif atau fluoresen) yang digunakan untuk melacak reaksi biologis atau kimia.

Baca penjelasan tracer laboratorium
T
Biokimia Klinik

Turbidimetry

Teknik pengukuran kadar partikel dalam cairan berdasarkan perubahan intensitas cahaya yang dilewatkan melalui sampel.

Baca penjelasan turbidimetry laboratorium
U
Biokimia Klinik

Ultracentrifugation

Ultrasentrifugasi

Teknik pemisahan komponen biologis berdasarkan densitas menggunakan kecepatan putar sangat tinggi (hingga >100.000 rpm).

Baca penjelasan ultracentrifugation laboratorium
U
Biokimia Klinik

Unit Per Volume

U/L, IU/mL, dll.

Satuan aktivitas enzim atau konsentrasi biologis yang umum digunakan dalam laboratorium kimia klinik dan imunologi.

Baca penjelasan unit per volume laboratorium
V
Biokimia Klinik

Vacutainer

Tabung vakum steril yang digunakan untuk pengambilan sampel darah.

Baca penjelasan vacutainer laboratorium
V
Biokimia Klinik

Validation

Validasi

Proses untuk memastikan bahwa metode, alat, atau sistem laboratorium bekerja sesuai tujuan dan menghasilkan data yang akurat serta konsisten.

Baca penjelasan validation laboratorium
V
Biokimia Klinik

Viral Transport Medium

VTM

Media cair steril yang mempertahankan integritas virus pada swab atau spesimen selama transportasi ke laboratorium.

Baca penjelasan viral transport medium laboratorium
V
Biokimia Klinik

Volumetric Accuracy

Kemampuan alat ukur seperti pipet atau dispenser untuk mengeluarkan volume cairan sesuai dengan nilai yang diatur.

Baca penjelasan volumetric accuracy laboratorium
V
Biokimia Klinik

Vortex Mixer

Perangkat untuk mencampur cairan dalam tabung kecil (mikrotube) menggunakan gerakan melingkar cepat.

Baca penjelasan vortex mixer laboratorium
W
Biokimia Klinik

Waste Disposal

Pembuangan Limbah

Prosedur pengelolaan limbah laboratorium termasuk bahan biologis, kimia, dan plastik untuk mencegah kontaminasi dan pencemaran lingkungan.

Baca penjelasan waste disposal laboratorium
W
Biokimia Klinik

Water Quality Testing

Pengujian kualitas air untuk memastikan tidak ada kontaminan kimia, logam berat, atau mikroba yang dapat memengaruhi eksperimen.

Baca penjelasan water quality testing laboratorium
Y
Biokimia Klinik

Yeast

Mikroorganisme eukariotik bersel tunggal dari kelompok jamur yang berperan penting dalam fermentasi dan bioteknologi.

Baca penjelasan yeast laboratorium
Y
Biokimia Klinik

Yeast Extract

Produk hasil lisis sel yeast yang kaya akan asam amino, vitamin, dan mineral.

Baca penjelasan yeast extract laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Z-stack

Microscopy

Serangkaian gambar mikroskopik yang diambil pada kedalaman fokus berbeda, kemudian digabungkan menjadi gambar 3D.

Baca penjelasan z-stack laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Zero Calibration

Proses penyesuaian alat ukur untuk memastikan bahwa pembacaan awal (nol) sesuai dengan nilai dasar sebenarnya sebelum digunakan.

Baca penjelasan zero calibration laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Zinc Test

Uji laboratorium untuk mengukur kadar seng (Zn) dalam darah, serum, atau urin.

Baca penjelasan zinc test laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Zymase

Kompleks enzim dalam yeast yang mengkatalisis fermentasi glukosa menjadi etanol dan karbon dioksida.

Baca penjelasan zymase laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Zymogen

Enzim tidak aktif (proenzim) yang diaktifkan melalui perubahan struktur kimia, biasanya dengan pemotongan rantai peptida.

Baca penjelasan zymogen laboratorium
Z
Biokimia Klinik

Zymography

Teknik elektroforesis berbasis gel yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas enzim (misalnya protease atau gelatinase) dalam sampel biologis.

Baca penjelasan zymography laboratorium
Vibra Indonesia

Butuh rekomendasi timbangan lab yang tepat?

Tim Vibra Indonesia dapat membantu memilih analytical balance, precision balance, aksesori kalibrasi, dan solusi pencatatan data sesuai kebutuhan laboratorium Anda.