Vibra Indonesia Lab Glossary

Kamus Istilah Laboratorium & Timbangan Lab

Panduan istilah lab, metrologi, kalibrasi, dan penimbangan presisi untuk membantu pengguna memilih alat dan memahami proses kerja laboratorium.

498Istilah
126Timbangan Lab
13Kategori
Kategori

Jelajahi berdasarkan area laboratorium

Semua istilah
Timbangan Lab & Metrologi Istilah seputar timbangan laboratorium, sensor, kalibrasi, verifikasi, akurasi, dan workflow penimbangan. 126 istilah Biokimia Klinik Istilah parameter kimia klinik, enzim, metabolit, elektrolit, dan pemeriksaan fungsi organ. 116 istilah Biologi Molekuler Istilah terkait DNA/RNA, PCR, sekuensing, amplifikasi, dan analisis biomolekuler. 69 istilah Data & Otomasi Lab Istilah otomatisasi laboratorium, integrasi data, LIMS, workflow digital, dan traceability. 2 istilah Hematologi & Koagulasi Istilah pemeriksaan darah, sel darah, hemoglobin, hemostasis, dan pembekuan. 30 istilah Imunologi & Diagnostik Istilah antigen, antibodi, immunoassay, rapid test, serologi, dan diagnostik in vitro. 16 istilah Instrumentasi Lab Istilah alat laboratorium seperti analyzer, centrifuge, mikroskop, incubator, dan instrumen optik. 14 istilah Istilah Umum Laboratorium Istilah umum yang sering muncul dalam operasional, edukasi, dan komunikasi laboratorium. 28 istilah Keselamatan & Limbah Lab Istilah keselamatan kerja, APD, desinfeksi, limbah, dan bahan berisiko. 3 istilah Kimia Analitik Istilah analisis kimia, titrasi, kromatografi, spektrometri, larutan, buffer, dan pelarut. 7 istilah Mikrobiologi & Biosafety Istilah kultur mikroba, biosafety, sterilisasi, patogen, dan pengendalian kontaminasi. 47 istilah Quality Control & Validasi Istilah QC, QA, validasi metode, kalibrasi, kontrol, standar, dan performa analitik. 21 istilah Sample Handling & Preparasi Istilah pengambilan sampel, preparasi, penyimpanan, transportasi, pengenceran, dan labware. 19 istilah
Daftar Istilah

Istilah Biologi Molekuler

69 istilah ditampilkan

A
Biologi Molekuler

Assay

Assay adalah metode atau prosedur pengujian yang digunakan untuk mengukur konsentrasi, aktivitas, atau keberadaan zat tertentu dalam sampel biologis.

Baca penjelasan assay laboratorium
B
Biologi Molekuler

Biotechnology

Bioteknologi

Bioteknologi adalah penerapan prinsip ilmiah pada organisme hidup untuk menghasilkan produk atau proses baru.

Baca penjelasan biotechnology laboratorium
C
Biologi Molekuler

Calibrator

Calibrator adalah bahan referensi dengan konsentrasi analit tertentu yang digunakan untuk menyesuaikan pembacaan alat laboratorium agar hasil tes sesuai standar internasional.

Baca penjelasan calibrator laboratorium
C
Biologi Molekuler

Control Material

Bahan Kontrol

Control material digunakan untuk memastikan bahwa alat laboratorium dan reagen bekerja dengan benar setiap hari.

Baca penjelasan control material laboratorium
D
Biologi Molekuler

DNA

DNA adalah molekul yang membawa informasi genetik makhluk hidup.

Baca penjelasan dna laboratorium
E
Biologi Molekuler

EDTA

EDTA adalah antikoagulan yang digunakan pada tabung sampel darah untuk mencegah pembekuan.

Baca penjelasan edta laboratorium
E
Biologi Molekuler

Electrophoresis

Elektroforesis adalah metode pemisahan molekul berdasarkan muatan listrik, digunakan untuk analisis protein, DNA, atau hemoglobin.

Baca penjelasan electrophoresis laboratorium
E
Biologi Molekuler

Epidermis

Epidermis adalah lapisan terluar kulit yang berfungsi sebagai pelindung tubuh dari lingkungan eksternal.

Baca penjelasan epidermis laboratorium
F
Biologi Molekuler

Folate

Asam Folat

Folat adalah vitamin B9 yang penting untuk pembentukan DNA dan sel darah merah.

Baca penjelasan folate laboratorium
G
Biologi Molekuler

Gastrointestinal Tract

Saluran Pencernaan

Gastrointestinal tract mencakup organ dari mulut hingga anus yang bertanggung jawab atas pencernaan dan penyerapan makanan.

Baca penjelasan gastrointestinal tract laboratorium
G
Biologi Molekuler

Genetic Test

Tes Genetik

Tes genetik menganalisis DNA untuk mendeteksi mutasi genetik, kelainan kromosom, dan risiko penyakit turunan.

Baca penjelasan genetic test laboratorium
G
Biologi Molekuler

Genotype

Genotype adalah susunan genetik suatu individu yang menentukan sifat biologis dan kerentanan terhadap penyakit.

Baca penjelasan genotype laboratorium
G
Biologi Molekuler

Giemsa Stain

Giemsa stain digunakan untuk pewarnaan darah tepi, sumsum tulang, dan sediaan parasit malaria.

Baca penjelasan giemsa stain laboratorium
G
Biologi Molekuler

Gram Staining

Pewarnaan Gram

Gram staining adalah teknik pewarnaan mikrobiologi untuk membedakan bakteri Gram-positif dan Gram-negatif berdasarkan struktur dinding selnya.

Baca penjelasan gram staining laboratorium
H
Biologi Molekuler

Hypoxia

Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh.

Baca penjelasan hypoxia laboratorium
I
Biologi Molekuler

Infection

Infeksi

Infeksi terjadi saat mikroorganisme patogen masuk dan berkembang biak dalam tubuh.

Baca penjelasan infection laboratorium
J
Biologi Molekuler

Joint Fluid Analysis

Analisis Cairan Sendi

Analisis cairan sendi dilakukan untuk menilai kondisi peradangan, infeksi, atau gangguan sendi seperti arthritis dan gout.

Baca penjelasan joint fluid analysis laboratorium
J
Biologi Molekuler

Joule

Satuan energi dalam Sistem Internasional (SI) yang juga digunakan dalam konteks laboratorium, terutama dalam perhitungan energi panas atau daya alat seperti centrifuge dan incubator.

Baca penjelasan joule laboratorium
K
Biologi Molekuler

Karyotyping

Kariotipe

Karyotyping adalah analisis kromosom untuk mengidentifikasi kelainan genetik seperti Down Syndrome, Turner Syndrome, atau Klinefelter Syndrome.

Baca penjelasan karyotyping laboratorium
K
Biologi Molekuler

Kloning

Cloning

Kloning dalam konteks bioteknologi adalah proses membuat salinan identik dari DNA, sel, atau organisme.

Baca penjelasan kloning laboratorium
L
Biologi Molekuler

Loading Control

Dalam analisis protein menggunakan teknik seperti Western Blot, loading control adalah protein referensi yang digunakan untuk memastikan keseragaman jumlah sampel antar jalur.

Baca penjelasan loading control laboratorium
L
Biologi Molekuler

Lugol’s Solution

Lugol’s Solution adalah larutan iodin dan kalium iodida yang digunakan sebagai reagen pewarna dalam pemeriksaan mikroskopik.

Baca penjelasan lugol’s solution laboratorium
L
Biologi Molekuler

Lyse

Lisis adalah proses penghancuran sel untuk melepaskan isi internalnya seperti DNA, RNA, atau protein.

Baca penjelasan lyse laboratorium
M
Biologi Molekuler

Magnetic Beads Extraction

Teknologi ekstraksi biomolekul berbasis manik magnetik untuk memisahkan DNA/RNA atau protein secara efisien.

Baca penjelasan magnetic beads extraction laboratorium
M
Biologi Molekuler

Micropipette

Micropipette adalah alat laboratorium presisi tinggi untuk mengukur dan memindahkan volume cairan yang sangat kecil (mikroliter).

Baca penjelasan micropipette laboratorium
M
Biologi Molekuler

Microtome

Microtome adalah alat untuk memotong irisan jaringan tipis dalam histologi sebelum pewarnaan dan observasi mikroskopik.

Baca penjelasan microtome laboratorium
M
Biologi Molekuler

Molecular Assay

Molecular Assay adalah metode deteksi berbasis asam nukleat untuk identifikasi genetik mikroba atau biomarker.

Baca penjelasan molecular assay laboratorium
N
Biologi Molekuler

NanoDrop

NanoDrop adalah spektrofotometer mikrovolume yang digunakan untuk mengukur konsentrasi dan kemurnian DNA, RNA, dan protein dari sampel sangat kecil (1–2 µL).

Baca penjelasan nanodrop laboratorium
N
Biologi Molekuler

Negative Control

Sampel tanpa target analit yang digunakan dalam pengujian untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi atau reaksi palsu.

Baca penjelasan negative control laboratorium
N
Biologi Molekuler

Non-Specific Binding

Interaksi tidak spesifik antara molekul yang menyebabkan sinyal palsu atau background tinggi pada assay.

Baca penjelasan non-specific binding laboratorium
N
Biologi Molekuler

Normalization

Proses menyamakan konsentrasi DNA/RNA/protein atau sinyal data agar dapat dibandingkan secara valid.

Baca penjelasan normalization laboratorium
O
Biologi Molekuler

Oligonucleotide

Fragmen DNA/RNA pendek buatan untuk PCR, qPCR, sequencing, dan hybridization.

Baca penjelasan oligonucleotide laboratorium
O
Biologi Molekuler

Orthogonal Method

Metode verifikasi hasil menggunakan teknologi analisis berbeda untuk memastikan akurasi.

Baca penjelasan orthogonal method laboratorium
P
Biologi Molekuler

Pathogen

Mikroorganisme penyebab penyakit, termasuk bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Baca penjelasan pathogen laboratorium
P
Biologi Molekuler

PCR

Teknik amplifikasi DNA yang memungkinkan deteksi materi genetik dalam jumlah sangat kecil.

Baca penjelasan pcr laboratorium
Q
Biologi Molekuler

QC

Pengujian rutin menggunakan kontrol internal untuk memastikan hasil pemeriksaan akurat dan konsisten.

Baca penjelasan qc laboratorium
Q
Biologi Molekuler

qPCR

Teknik PCR yang tidak hanya mendeteksi keberadaan DNA tetapi juga mengukur jumlahnya secara real-time.

Baca penjelasan qpcr laboratorium
Q
Biologi Molekuler

Qualitative Analysis

Analisis untuk mengetahui keberadaan suatu komponen dalam sampel, tanpa mengukur jumlahnya.

Baca penjelasan qualitative analysis laboratorium
Q
Biologi Molekuler

Quantification

Metode pengukuran jumlah atau konsentrasi suatu komponen dalam sampel, baik itu DNA, protein, bakteri, atau zat kimia.

Baca penjelasan quantification laboratorium
Q
Biologi Molekuler

Quenching

Proses menghentikan reaksi kimia atau fluoresensi secara tiba-tiba.

Baca penjelasan quenching laboratorium
R
Biologi Molekuler

Real-Time Analysis

Pengukuran dan pemantauan proses laboratorium secara langsung, tanpa perlu menunggu akhir reaksi.

Baca penjelasan real-time analysis laboratorium
R
Biologi Molekuler

RNA

Molekul genetik yang berfungsi dalam transkripsi dan ekspresi gen.

Baca penjelasan rna laboratorium
R
Biologi Molekuler

RT-PCR

Teknik PCR yang mengubah RNA menjadi DNA melalui proses reverse transcription sebelum amplifikasi.

Baca penjelasan rt-pcr laboratorium
S
Biologi Molekuler

Spectrophotometer

Spektrofotometer

Instrumen analitik yang mengukur intensitas cahaya berdasarkan panjang gelombang untuk menentukan konsentrasi zat dalam sampel.

Baca penjelasan spectrophotometer laboratorium
S
Biologi Molekuler

Staining

Pewarnaan

Teknik pewarnaan sel atau jaringan untuk meningkatkan kontras visual pada mikroskop.

Baca penjelasan staining laboratorium
S
Biologi Molekuler

Standard Curve

Kurva kalibrasi yang digunakan untuk menentukan konsentrasi analit berdasarkan nilai absorbansi, fluoresensi, atau sinyal lainnya.

Baca penjelasan standard curve laboratorium
S
Biologi Molekuler

Supernatant

Cairan jernih yang berada di atas endapan setelah proses sentrifugasi atau pengendapan.

Baca penjelasan supernatant laboratorium
T
Biologi Molekuler

Temperature Control System

Sistem pengatur suhu pada alat laboratorium seperti inkubator, freezer medis, refrigerator vaksin, biosafety cabinet, dan PCR workstation.

Baca penjelasan temperature control system laboratorium
T
Biologi Molekuler

Thermocycler

Alat PCR untuk mengatur perubahan suhu yang presisi selama proses amplifikasi DNA.

Baca penjelasan thermocycler laboratorium
T
Biologi Molekuler

Transport Media

Media khusus untuk mempertahankan stabilitas sampel mikrobiologi atau virologi selama transportasi ke laboratorium, seperti VTM (Viral Transport Medium) dan media swab bakteriologi.

Baca penjelasan transport media laboratorium
T
Biologi Molekuler

Tris Buffer

Buffer kimia yang umum digunakan dalam biologi molekuler untuk menjaga pH stabil pada reaksi enzim DNA/RNA, elektroforesis, dan preparasi sampel.

Baca penjelasan tris buffer laboratorium
U
Biologi Molekuler

Ultrapure Water

Air dengan tingkat kemurnian sangat tinggi, bebas ion, mikroba, dan kontaminan organik.

Baca penjelasan ultrapure water laboratorium
U
Biologi Molekuler

Urea Test

Uji biokimia untuk mendeteksi bakteri penghasil urease, seperti Helicobacter pylori atau Proteus spp.

Baca penjelasan urea test laboratorium
U
Biologi Molekuler

UV Spectrophotometer

Instrumen analisis yang menggunakan gelombang ultraviolet untuk mengukur konsentrasi asam nukleat, protein, dan senyawa organik.

Baca penjelasan uv spectrophotometer laboratorium
V
Biologi Molekuler

Virology

Cabang ilmu mikrobiologi yang mempelajari virus dan infeksi virus.

Baca penjelasan virology laboratorium
W
Biologi Molekuler

Wavelength

Panjang Gelombang

Jarak antara dua puncak gelombang cahaya yang menentukan warna atau energi cahaya dalam spektrofotometri.

Baca penjelasan wavelength laboratorium
W
Biologi Molekuler

Western Blot

Metode analisis protein yang memisahkan molekul berdasarkan ukuran melalui elektroforesis, kemudian mentransfernya ke membran dan mendeteksi dengan antibodi spesifik.

Baca penjelasan western blot laboratorium
W
Biologi Molekuler

Workstation

Meja atau sistem kerja modular yang dirancang khusus untuk proses tertentu di laboratorium, seperti pipetting, PCR preparation, atau data analysis.

Baca penjelasan workstation laboratorium
X
Biologi Molekuler

Xylene

Cairan pelarut organik yang digunakan terutama dalam histologi untuk membersihkan, menghilangkan parafin, dan menyiapkan preparat jaringan sebelum pewarnaan mikroskopik.

Baca penjelasan xylene laboratorium
Y
Biologi Molekuler

Y-Chromosome

Kromosom Y

Salah satu kromosom seks yang menentukan jenis kelamin laki-laki.

Baca penjelasan y-chromosome laboratorium
Y
Biologi Molekuler

Yeast Artificial Chromosome

YAC

Vektor DNA besar berbasis yeast yang digunakan untuk kloning fragmen DNA berukuran besar (hingga >1 Mb).

Baca penjelasan yeast artificial chromosome laboratorium
Y
Biologi Molekuler

Yellow Fever Test

Tes serologi atau molekuler yang digunakan untuk mendeteksi antibodi atau antigen virus demam kuning (Yellow Fever).

Baca penjelasan yellow fever test laboratorium
Y
Biologi Molekuler

Yersiniosis

Infeksi yang disebabkan oleh Yersinia enterocolitica, biasanya menyerang saluran pencernaan manusia.

Baca penjelasan yersiniosis laboratorium
Y
Biologi Molekuler

Yield

Jumlah atau volume produk yang dihasilkan dari suatu proses laboratorium, seperti isolasi DNA, sintesis protein, atau reaksi kimia.

Baca penjelasan yield laboratorium
Z
Biologi Molekuler

Zinc Finger Protein

Protein yang mengandung struktur “zinc finger” untuk mengikat DNA dan mengatur ekspresi gen.

Baca penjelasan zinc finger protein laboratorium
Vibra Indonesia

Butuh rekomendasi timbangan lab yang tepat?

Tim Vibra Indonesia dapat membantu memilih analytical balance, precision balance, aksesori kalibrasi, dan solusi pencatatan data sesuai kebutuhan laboratorium Anda.